oleh

Sejumlah Dosen IAKN Kupang Gelar PKM di Sumba Timur

Waingapu, RNC – Sejumlah dosen dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen ini melakukan PKM selama 3 hari, yakni 24-26 Mei 2022.

Tercatat sebanyak 8 dosen yang mengikuti kegiatan ini, yakni Junaity S. Sine, M.Pd selaku Ketua Tim PKM, dengan anggotanya masing-masing Maxy Lak’apu, M.Pd.K Nofriana Baun, M.Pd.K, Ferofianes Linda Tandjung, M.Pd.K, Tince D. Koroh, M.Pd, Tri Oktavia Oematan M.Pd.K dan Mariyanti Adu, M.Pd serta Sandro Wila selaku tenaga kependidikan yang melakukan monitoring.

Kegiatan PKM bertajuk Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Kristen se-Kabupaten Sumba Timur ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur, Abnela Fobia, SE. Selain itu, hadir pula para pimpinan bagian dan seksi Kantor Kementerian Agama Sumba Timur, penyelenggara dan pengawas guru PAK. Peserta berjumlah 20 orang yang berasal dari guru PAK SD, SMP, SMA dan SMTK yang berada di wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur, Abnela Fobia mengatakan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi akademik. Ia mengakui para guru di Sumba Timur memiliki keterbatasan referensi atau bahan baca. Tak hanya itu, masih sedikitnya kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat), sehingga para guru sangat membutuhkan pelatihan seperti itu.

“Kami bersyukur IAKN Kupang melakukan pelatihan peningkatan kompetensi pedagogik. Saya berharap IAKN Kupang kembali lagi melakukan kegiatan dengan topik tentang peningkatan kompetensi kepribadian, sosial dan professional sesuai dengan UUD Guru dan dosen nomor 14 tahun 2005. Saya berharap tidak hanya pengabdian, namun perlu diadakan penelitan juga. Terima kasih kepada IAKN Kupang atas perhatiannya kepada kami di Sumba Timur,” kata Abnela Fobia.

Menurutnya, dengan kegiatan ini, guru-guru PAK dapat meningkatkan profesionalitasnya dengan cara dapat menulis serta dapat mengurus kenaikan pangkat. Peserta yang dipilih untuk hadir dalam kegiatan ini diharapkan menjadi virus untuk menyebarkan materi yang telah didapat kepada teman-teman guru lainnya yang berada pada satu sekolah.

Selanjutnya, para guru PAK dapat membuat bahan ajar sesuai dengan kurikulum merdeka belajar agar anak-anak dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan bantuan bahan ajar tersebut. Tak hanya itu, dengan penulisan artikel ilmiah, para guru bisa menulis dan mempublikasikan hasil karya ilmiah yang nantinya dapat digunakan untuk mengurus kenaikan pangkat dan golongan para guru.

Dalam kegiatan ini, materi-materi yang disampaikan kepada peserta, yakni tentang bahan ajar yang dibawakan oleh Maxy Lak’apu, M.Pd.K, Ferofianes Linda Tandjung, M.Pd.K dan Nofriana Baun, M.Pd.K. Selanjutnya, materi tentang penelitian tindakan kelas (PTK) dibawakan Tince D. Koroh, M.Pd. Materi tentang penulisan artikel ilmiah oleh Junaity S. Sine, M.Pd dan materi tentang Mendeley dibawakan oleh Tri Oktavia Oematan,M.Pd.K dan Mariyanti Adu, M.Pd

Para Peserta Sangat Antusias

Kepala SMAK Waingapu, Dorkas Bela Wina, S.Th, menyampaikan terima kasih kepada para dosen IAKN Kupang yang telah menyampaikan materi dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi-materi baru ini menjawab kebutuhan mereka. “Contohnya bahan ajar, semuanya memang yang wajib diketahui oleh guru-guru tetapi situasi apalagi corona, sehingga terlewat. IAKN jeli melihat ini karena merupakan kebutuhan yang sangat bagus sehingga kami bersyukur,” kata Dorkas.

Ia mengatakan, IAKN Kupang adalah lembaga yang baru pertama kali mengadakan kegiatan seperti ini di Sumba Timur. Ia pun berharap ke depan kegiatan seperti ini kembali diadakan dengan topik yang baru lagi.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAKN Kupang, Maxy Lak’apu mengatakan tujuan diadakannya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Agama Kristen dalam menyusun, memahami, dan melaksanakan satu model pembelajaran secara baik dan dapat digunakan dan diterapkan di tingkat SD hingga SMA/SMTK.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta mendapat perangkat pembelajaran yang lengkap untuk memenuhi tuntutan kurikulum dan tuntutan administrasi mengajar. Hasil yang diharapkan adalah dapat menjadi satu model pembelajaran yang akan digunakan pada tingkat SD hingga SMA.

Junaity selaku Ketua kelompok PKM, mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang terdapat di perguruan tinggi dapat diaplikasikan pada level masyarakat, tidak untuk dikuasai sendiri namun dapat dibagi.

“Kegiatan ini tak berhenti pada pelatihan saja, tapi sampai pada tahap publikasi karya ilmiah/jurnal dan modul-modul, sehingga akan diadakan monitoring lagi 2 bulan ke depan, sehingga membantu guru-guru mengembangkan buku-buku paket yang ada,” katanya. (*/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *