oleh

Seorang Mahasiswa di Nagekeo Ditemukan Tewas di Parit, Polisi Selidiki Pelaku

Mbay, RNC – Sabtu (12/12/2020) sekira pukul 05.00 Wita, warga Kampung Okisato, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo digemparkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki.

Mayat ini ditemukan di dalam parit, tepatnya di bawah jembatan irigasi sekunder 1 P3A KM1-2 kiri. Belakangan diketahui identitasnya dengan inisial YVW yang berusia 23 tahun. Sosok ini merupakan warga Danga Au, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa dan masih berstatus sebagai mahasiswa salah satu kampus di Jogjakarta.

Salah satu saksi, Miron Depa kepada RakyatNTT.com mengatakan jasad laki-laki 23 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pukul 05.00. Orang pertama yang menemukan mayat tersebut adalah Herman.

Miron mengatakan, saat itu ia berada di rumahnya yang tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Saat itu ada teriakan warga, sehingga ia langsung bergegas menuju lokasi tersebut.

“Sampai di lokasi yang saya lihat tampak beberapa warga, salah satunya adalah Herman. Karena takut dan panik lalu Herman menyuruh saya untuk meraba-raba dalam air. Lalu saya berniat untuk memastikannya. Ternyata yang saya raba itu punggung korban,” ujar Miron.

Ia mengatakan sejak awal menduga itu adalah bangkai ternak yang dibuang warga. Setelah diamati dengan saksama, ternyata ada kaki dan juga celana. Saat itu, mayat korban tersangkut dan dalam posisi tertelungkup.

Miron mengakut takut sehingga tak bisa berbuat banyak. Ia pun menunggu kedatangan aparat kepolisia. “Kami tunggu polisi datang untuk proses Evakuasi sekitar jam 6 lewat,” ujarnya.

Ia juga mengaku tak mengenal korban. Sata mayat dievakuasi dari dalam parit, tampak ada luka memar pada bagian pelipis korban. Ada tato di lengan kirinya.

BACA JUGA: Bupati Nagekeo Deklarasi STBM, Minta Warga Tak BAB Sembarangan

Kapolres Nagekeo, Agustinus Hendrik Fai membenarkan korban tersebut berinisial YVW, berjenis kelamin laki-laki dan berusia 23 tahun.

Menurut Kapolres, saksi atas nama Herman Paga, Wilhelmus dan Rudolfus Lawi pada Sabtu pagi, sekira pukul 06.30 Wita, datang dari pemukiman warga di kampung Okisato hendak mencuci motor di parit tersebut. Ketika menimba air di parit, ember yang dipakai menyentuh benda lunak. Awalnya Herman menduga itu adalah bangkai binatang yang terseret arus.

“Karena menurut saksi 1 (Herman, Red) di tempat tersebut sering ada binatang yang terbawa arus air parit dan kandas di jembatan . Pada saat yang sama datang saksi 2 dan saksi 3 yang hendak menuju ke persawahan, maka saksi 1 menyampaikan hal tadi kepada saksi 2 dan saksi 3. Dan secara bersama-sama para saksi mencoba meraba benda lunak yang belum diketahui tersebut. Dan akhirnya para saksi memastikan bahwa benda lunak tersebut adalah sesosok mayat,” jelas Kapolres.

Selanjutnya, para saksi memberitahukan kepada warga kampung. Warga atas nama Andreas Dapa lalu melapor ke SPK Polres Nagekeo untuk ditangani lebih lanjut.

Aparat Polres Nagekeo lalu mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Mayat tersebut kemudian dievakuasi ke RSD Aeramo dan dilakukan visum.

Pantauan media ini, saat korban ditemukan di parit yang berlumpur, ketinggian air hampir mendekati bibir parit atau kurang lebih 10 cm. Di saku celana korban ditemukan kartu identitas. Posisi korban tertelungkup tanpa baju. Korban hanya mengenakan celana pendek. Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus ini. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed