oleh

Sering Kontroversial, Mantan Pemain PSKK Minta Asprov PSSI Evaluasi Wasit

Kupang, RNC – Turnamen Kualifikasi Liga 3/El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI/Porprov NTT 2022 sudah memasuki babak perempat final. Sejak babak penyisihan, tidak sedikit aksi protes yang dilayangkan kepada wasit karena keputusan yang dinilai kontroversial.

Salah satu mantan pemain sepak bola NTT, Yohanes Seo menilai wasit yang bertugas di ETMC XXXI Lembata, khususnya di perempat final yang mempertemukan PSKK Kota Kupang dan Perserond Rote Ndao perlu mendapat penyegaran serta evaluasi dari Asosiasi PSSI Provinsi NTT. Pasalnya banyal keputusan yang menuai kontroversi.

Kepada RakyatNTT.com, Kamis (22/9/2022) sore, salah satu punggawa PSKK Kota Kupang era 1990-an ini mengatakan PSKK dan Perserond bermain luar biasa hingga harus menyelesaikan pertandingan dengan adu penalti. Namun, jika disimak secara jeli, mulai dari wasit hingga 2 asistennya tampak beberapa kali membuat keputusan yang kontrovesial dan bisa menciderai olahraga sepak bola di NTT.

Menurutnya, ada sejumlah pelanggaran yang seharusnya pemain disanksi dengan kartu merah. Bisa dilihat saat ada seorang pemain PSKK Kota Kupang yang ditendang pemain Perserond dari bagian belakang. Mestinya wasit menghukumnya dengan kartu merah. Sayangnya, wasit hanya memberikan peringatan dengan kartu kuning.

Tak hanya itu, 2 gol dari PSKK di menit ke-9 dan 107 dianulir wasit karena menganggapnya offside. Untuk menit ke-9, bola ditendang langsung ke arah gawang tanpa dilakukan passing. Begitu juga, pada menit ke-107, umpan yang dilontarkan oleh salah satu pemain PSKK ke rekannya Marsel. Saat itu, Marsel berdiri tidak melewati posisi pemain belakang Perserond. Marsel berlari dan mengejar bola yang diberikan dengan melewati satu pemain Perserond dan kemudian mencetak gol.

“Marsel berada sangat onside. Dia kejar bola umpan, bahkan gol pertama juga itu tendangan langsung ke arah gawang,” katanya.

Akibat keputusan-keputusan ini, terjadi kericuhan usai pertandingan perempat final tersebut. Oleh karena itu, Asprov PSSI Provinsi NTT perlu memberikan perhatian untuk para wasit. Ia menyarakan agar wasit PSSI dievaluasi dan harus diberi penyegaran pengetahuan tentang sepakbola.

“Kedua tim bermain baik dan ngotot untuk menang, tapi harus ada penyegaran. Saya harap Asprov segera memberikan penyegaran ke wasit-wasit,” kata Jose-sapaan akrabnya. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *