oleh

Siapa Ajak Gatot Nurmantyo Kudeta AHY?

Iklan Covid Walikota Kupang

Jakarta, RNC – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku pernah diajak menggulingkan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dari pucuk pimpinan Partai Demokrat (PD) lewat kongres luar biasa (KLB). Siapa yang mengajak Gatot?

Rencana menggulingkan AHY disebut sudah bergulir sejak Januari 2021. Dalam dokumen berita acara pemeriksaan Partai Demokrat yang diterima wartawan, terdapat pengakuan salah seorang kader PD di Kalimantan Selatan yang hadir dalam pertemuan di hotel pada 27 Januari 2021.

Iklan Dimonium Air

Kader dimaksud mengaku ada beberapa pengurus PD tingkat cabang di Kalimantan Selatan yang juga ikut dalam pertemuan tersebut. Pertemuannya tak lain membahas rencana penggulingan AHY.

Pengurus partai ini mengaku mulanya diundang ke Jakarta terkait dana bencana oleh Jhoni Allen Marbun. Mereka pun akhirnya bertemu di hotel, di ruangan 2805, yang juga ada mantan bendahara umum Demokrat Nazaruddin di sana.

Jhoni Allen Marbun dan Nazaruddin kemudian meyakinkan para kader Demokrat ini bahwa penggulingan AHY adalah cara yang tepat untuk memperbaiki partai.

Kembali ke Gatot. Gatot mengaku juga dijelaskan oleh orang yang mengajaknya perihal proses penggulingan AHY melalui KLB.

“Ada juga yang datang kepada saya. Datang, ‘Wah menarik juga, gimana prosesnya?’ ‘Begini Pak nanti kita bikin KLB’, ‘KLB terus gimana?’ ‘Nanti dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu, mosi tidak percaya, AHY turun’. ‘AHY turun baru pemilihan, bapak pasti deh nanti begini-begini’. ‘Oh begitu ya?’” kata Gatot kepada detikcom, Senin (8/3/2021).

Menanggapi tawaran itu, Gatot Nurmantyo mengungkit jabatan yang pernah diamanahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepadanya. Gatot mengungkit saat SBY memintanya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

BACA JUGA: Ke Kemenkumham, AHY Bawa Bukti Autentik KLB Deli Serdang Ilegal

“Saya bilang, ‘Menurunkan AHY? Gini loh, saya bisa naik bintang satu, bintang dua, taruhlah itu biasalah, tapi begitu saya bintang 3 itu presiden pasti tahu. Kemudian jabatan Pangkostrad pasti presiden tahu, apalagi presidennya tentara waktu itu, Pak SBY, tidak sembarangan. Bahkan saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana, ‘Kamu akan saya jadikan Kepala Staf Angkatan Darat’. Saya bilang ‘Terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan’. ‘Laksanakan tugas dengan profesional, cintai prajuritmu dan keluargamu dengan segenap hati dan pikiranmu’. Itu aja selamat, beliau tidak titip apa-apa, tidak pesan yang lainnya lagi,” cerita Gatot.

Gatot mengatakan dia diberi jabatan oleh dua presiden. Presiden ke-6 RI, SBY dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gatot menyebut tidak mau menerkam orang yang pernah memberikan kepercayaan kepadanya.

Lalu, siapa yang mengajak Gatot Nurmantyo mengkudeta AHY? Sayangnya, Gatot tidak menjelaskan lebih jauh soal siapa pihak yang mengajaknya untuk menggulingkan AHY. Dia memilih menolak tawaran KLB Demokrat karena moral dan etika.

“Saya bilang saya terima kasih, tetapi moral etika saya tidak bisa menerima dengan cara seperti itu. Akhirnya, ‘Pak kan…’ Udah-lah, nggak usah dibaca lagi saya bilang,” jelasnya.

(*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed