oleh

Sikat Dana Desa, Mantan Kades Wewaria Jadi Tersangka

Ende, RNC – Satu lagi kasus penggelapan Dana Desa yang melibatkan kepala desa, terjadi di Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Kali ini, Reskrim Polres Ende menetapkan mantan Kepala Desa Wewaria berinisial VN, sebagai tersangka. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Ende, IPTU Yance Kadiaman, kepada RakyatNTT.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/1/2023). Menurut Yance, kasus yang menyeret Kades VN ketika dia menjabat periode 2013 – 2018.

Kasat Yance merincikan, pada 2018, Desa Wewaria menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Dana tersebut dialokasikan untuk dua kegiatan pembangunan fisik yang disinyalir tidak dilaksanakan sampai selesai. Pembangunan fisik tersebut yakni pembangunan gedung PAUD di Dusun Maumeri, dan pembangunan jalan rabat di Dusun Paupanda I, Desa Wewaria.

Dalam uji petik, ternyata ada temuan kelebihan pembayaran pada supplayer pembangunan gedung PAUD Maumeri sebesar Rp 78,8 juta lebih, dan belanja fiktif pada pembangunan rabat jalan sebesar Rp 90,6 juta lebih. Sehingga, total keseluruhan kerugian negara sebesar Rp 169,5 juta lebih. Yance menambahkan, dalam penyelidikan, pihaknya telah memeriksa 12 orang saksi dari berbagai pihak, yakni saksi dari desa, kecamatan, tukang, dan supplayer.

Dalam pengakuannya, kata Yance, tersangka VN juga dinilai tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa. “Bahkan, tersangka VN memegang sendiri keuangan tanpa melibatkan Kaur Keuangan. Selain itu, dalam perjalanan kepala desa menentukan supplayer atau pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan fisik, namun tidak membentuk Tim Pengelola Kegiatan (TPK), bahkan tidak melibatkan TPK. “Jadi setelah dicairkan dari Bank, tersangka langsung memegang dan tidak menyerahkan uang kepada bendahara. Tidak melibatkan para pihak dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan, menunjuk supplayer secara lisan untuk melaksanakan kegiatan. Peruntukan keuangan yang tak dapat dipertanggungjawabkan tersebut, katanya digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi, dan bersenang – senang ke tempat hiburan malam,” ungkap Yance.

Atas perbuatannya, tersangka mantan kades Wewaria, VN, diancam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a UU RI Nomor: 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. “Tersangka diancam penjara paling singkat empat tahun, paling lama 20 tahun penjara,” pungkas Yance. (rnc16)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *