oleh

SMP Tunas Gloria dan KOXI NTT Sukses Gelar Festival Seni

Kupang, RNC – Kolaborasi SMP Kristen Tunas Gloria dan KOXI NTT Productions sukses menyelenggarakan festival seni yang berlangsung Jumat (19/8/2022) lalu di Aula Utama El Tari, Kupang.

Kegiatan festival seni dan megakonser ini dihadiri Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Kadis P dan K Kota Kupang, pimpinan Yayasan Tunas Gloria, para guru serta orangtua murid Yayasan Pendidikan Tunas Gloria dan undangan lainnya.

Siswa-siswi SMP Kristen Tunas Gloria memberikan kontribusi melalui kreativitas seni. Mereka berlenggak-lenggok layaknya para model profesional saat berjalan di atas catwalk, sehingga mengundang canda tawa para tamu undangan. Bukan itu saja, ada pula pertunjukan-pertunjukan menawan seperti tarian modern, tarian tradisional, paduan suara hingga penampilan solo yang luar biasa.

Kepala SMP Tunas Gloria, Nouvy Rihi, M.Pd mengaku bangga dengan anak-anaknya yang tampil luar biasa. “Senang sekali setelah dua tahun vakum karena pandemi, tahun ini kami bisa kembali membuat kegiatan ini, dan diharapkan penonton yang hadir terhibur dan terberkati,” kata Nouvy.

Selain itu, ada persembahan khusus dari sebuah karya tesis mahasiswa pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ricky Genakalong. Cerita yang disampaikan dalam pertunjukan ini, berkisah tentang proses penciptaan manusia, kejatuhan dalam dosa, pertobatan dan pengagungan yang disajikan dalam sebuah drama musikal. Pertunjukan ini mendapatkan apreasiasi yang tinggi dari para tamu undangan.

Ricky Genakalong selaku kreator megakonser mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari seluruh elemen yang terlibat menyukseskan sebuah karya seni yang spekatakuler. “Ini merupakan kebahagian yang luar biasa untuk saya bisa mempersembahkan karya seni yang spektakuler. Terima kasih untuk adik-adik dari sekolah Tunas Gloria dan panitia serta teman-teman yang sudah mendukung kegiatan ini,” kata Ricky.

Baca Juga:  Siapkan RPJMD 2024-2030, Pemkot Kupang Gelar Penyusunan KLHS

Terkait persiapan kegiatan ini, Ricky mengatakan membutuhkan waktu 3 bulan untuk latihan. “Panitia melatih anak-anak dengan sungguh-sungguh sehingga mereka bisa memberikan suatu pertunjukan yang sangat luar biasa,” tambah Ricky.

Ketua Yayasan Pendidikan Gloria Flobamora, Pdt. Jermia Oswald Mumu, S.Th mengatakan kegiatan merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan para siswa di bidang seni dan budaya, sekaligus menjadi panggung untuk anak-anak dapat menunjukkan kreativitasnya di bidang seni.

“Ini adalah sebuah upaya kecil, karena kita mungkin tidak bisa melakukan hal-hal yang besar, tapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cara yang besar. Artinya dengan festival ini akan meningkatkan kecintaan terhadap budaya dan melatih mereka siswa-siswi untuk lebih disiplin dan memiliki mental yang kuat,” kata Jermia. (rnc26)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *