oleh

Undana Lepas 7 Dokter Muda, Rektor Minta Bantu Pemerintah Atasi Stunting

Kupang, RNC – Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi melantik 7 dokter muda pada acara pengambilan sumpah dan pelantikan dokter periode XXXIII yang digelar di Aula Rektorat Undana, Kamis (28/7/2022).

Ke-7 dokter muda tersebut adalah dr. Rian D. Ndu Ufi, S. Ked, dr. Soeharty M. Konay, S.Ked, dr. Gloria J. Tarigan, S. Ked, dr. Megaputri Y. Ratu Edo, S.Ked, dr. Sarliance Lette, S.Ked, dr.Adolfina C. Maria, S.Ked, dan dr. Yohanes M. D. Mukin, S.Ked.

banner BI FAST

Hadir pada kesempatan itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Drs. Siprianus Suban Garak, M.Sc, WR Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistim Informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis, Dr. Apriana H. J. Fanggidae, SE., M.Si, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Drs. Raynold A. Ludji Nguru, M.Si, beserta para orangtua dokter muda.

Dilansir dari situs resmi Undana, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc mengaku bangga. “Rasa suka cita dan bangga tidak saja menjadi milik dokter muda dan keluarga, tetapi milik pimpinan universitas dan fakultas, bahkan semua dosen yang telah berkontribusi melahirkan tujuh orang dokter muda,” ujarnya.

Rektor menyebut, pengalaman empiris ketika berkunjung ke sejumlah kabupaten di NTT, para bupati/wali kota kerap menyampaikan terima kasih, karena umumnya dokter lulusan Undana bertugas di wilayah mereka.

Rektor pada kesempatan itu mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah dokter. Karena itu, hal paling penting yang harus dilakukan adalah dengan investasi kebaikan. “Uang memang penting, tetapi investasi kebaikan jauh lebih penting dari sekadar uang,” ungkap Dr. Maxs.

Baca Juga:  Geser Undana dan Unwira, Politani Kupang jadi yang Terbaik di NTT versi Webometrics

Rektor menyebut, saat ini peran dokter sangat dibutuhkan, sebab NTT saat ini menempati urutan pertama kekerdilan (stunting) di kalangan anak-anak. Di TTS, misalnya, tingkat kekerdilan mencapai 48,3 persen. “Target pemerintah saat ini menurunkan hingga 14 persen menjadi tanggungjawab dokter muda. Anda terpanggil untuk ikut menurunkan angka stunting. Belum lagi soal kematian ibu hamil dan anak,” tandasnya.

Ia menegaskan, jika dokter muda yang “dilahirkan” dari Undana tidak berkontribusi terhadap masyarakat NTT, maka hal itu adalah dosa terhadap cita-cita luhur pendirian Fakultas Kedokteran. “Jika anda melayani dengan baik, masyarakat tidak menanyakan berapa IPK anda. Masyarakat tidak butuh anda ganteng atau cantik, tetapi masyarakat membutuhkan pengabdian anda yang tulus,” tandas Rektor, Dr. Maxs memungkasi.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi dalam sambutannya mengingatkan para dokter muda agar selalu mengedepankan etika profesi dalam melayani. “Walaupun dalam keadaan lelah atau sibuk, tetap punya hati. Walau sudah sekolah tinggi tentu ada kebanggaan, tetapi kita harus rendah hati. Orang rendah hati mempunyai bagiannya sendiri, jalannya diperluas dan dipermudah dalam bermitra dengan banyak pihak,” jelas Dr. Christina.

Saat ini, sistem pendidikan dokter menuntut dokter harus bermitra dengan banyak pihak. “Walaupun tercermin dalam profesi kita di masyarakat. Kita kerja sama dengan profesi lain, seperti perawat, bidan, farmasi,” paparnya.

Perwakilan orangtua dokter muda, Adrianus Ndu Ufi, S.Sos., M.Si dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan para dokter muda tersebut atas dukungan banyak pihak, terutama pimpinan universitas, fakultas, beserta seluruh civitas akademika, terutama FKKH Undana. Ia berpesan agar para dokter bisa menjaga sumpah yang telah diangkat dan tidak memandang uang sebagai yang terpenting dalam pengabdian. Ia percaya banyak dokter jebolan Undana yang kini sedang berada di setiap puskesmas di NTT, meski dokter lainnya dating, namun akan Kembali dalam waktu dua atau tiga tahun.

Baca Juga:  Dua Proposal Undana Lolos Program 'Matching Fund' dari Kemendikbudristek

Perwakilan dokter muda, dr. Adolfina Citra dalam pesan dan kesannya mengatakan hanya karena kasih Tuhan, seluruh proses pembelajaran hingga meraih gelar dokter bisa dilalui dengan baik. Ia juga mengisahkan banyak keluh, air mata yang tercurah hingga meraih gelar dokter.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana, fakultas hingga para wakil dekan, dosen dan seluruh jajaran paling bawah. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para pendiri FKKH seperti Prof. Frans Umbu Datta, dr. Heru Tjahyono.

Ucapan terima kasih tak terhingga ia sampaikan kepada orang tua yang tak hanya bekerja keras, tetapi selalu berdoa siang dan malam. “Selamat kepada ayah dan ibu, telah mengantarkan kami menjadi dokter. Terima kasih telah mencintai kami dengan tulus,” pungkasnya.

(*/hms/und/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed