oleh

Wali Kota dan Sekda Turun Langsung Bubarkan Pengunjung Taman Tirosa

Kupang, RNC – Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Elvianus Wairata bersama aparat Sat Pol PP Kota Kupang menyambangi Taman Tirosa, Sabtu (21/03/2020) malam. Para pengunjung pun dibubarkan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Kupang. Wali kota dan Sekda mengendarai mobil DH 1 A berkeliling ke sejumlah taman di Kota Kupang untuk membubarkan warga yang sedang nongkrong, termasuk di Taman Tirosa, Taman Nostalgia, Patung Burung dan beberapa taman lainnya.

Sebelumnya Wali Kota Jeriko juga sudah mengeluarkan imbauan untuk seluruh masyarakat Kota Kupang untuk sementara tidak berkumpul dalam jumlah banyak. Menghindari keramaian seperti di mal, bioskop dan pusat-pusat keramaian. Hal ini bertujuan agar mencegah penyebaran virus corona.

Kepada wartawan di Taman Tirosa, Wali Kota mengatakan Kota Kupang harus mengantisipasi wabah corona dengan mengikuti protokol yang ditetapkan pemerintah. Walaupun belum ada yang positif corona, namun harus mengantisipasi dan mencegah terlebih dahulu. “Kita minta masyarakat bersabar, tidak usah kumpul-kumpul dulu. Hindari keramaian. Sebaiknya di rumah saja untuk menghindari penyebaran corona,” kata Jeriko.

Hal senada juga disampaikan penjabat Sekda Kota Kupang Elvianus Wairata. Ia mengatakan viruscorona saat ini menyebar sangat cepat. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau supaya masyarakat tidak boleh berkumpul atau berkerumun tapi berdiam di rumah supaya aman. Para penjual juga tidak boleh lagi menjual di pusat-pusat keramaian.

Ia juga mengatakan, khusus untuk pusat-pusat keramaian, pemkot memutuskan mematikan Wi-Fi, lampu hias dan lampu-lampu PJU. Lampu-lampu dan Wi-Fi dimatikan selama dua minggu ke depan.

Wairata menambahkan, sudah ada imbauan dari pemerintah Kota Kupang, pemerintah Provinsi NTT, Ketua Sinode GMIT, Uskup Agung Kupang dan tokoh-tokoh agama lainnya agar semua warga dan umat untuk sementara menghindari keramaian. “Para pedagang untuk sementara jangan dulu berjualan di sini. Bagi restoran juga begitu. Kalau kedapatan kita tutup sementara sampai dengan kondisi membaik,” kata Wairata. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed