oleh

Warga: Baru Pernah Ada Wali Kota Serius Urus Sampah

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Petugas Dinas Kebersihan Kota Kupang, Selasa (23/7/2019) mengeroyok sampah di kompleks Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Sebuah excavator dikerahkan untuk mengeruk sampah di sungai kecil di belakang Pasar Kasih. Puluhan truk sampah dari Dinas LHK disiagakan dan bergantian mengangkut sampah dari lokasi pembersihan menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Aksi pembersihan ini diikuti puluhan petugas Dinas LHK didampingi Kepala Dinas LHK, Yeri Padji Kana, Camat Kota Raja Rudi Abubakar, Direktur PD. Pasar Simon Pelokilla, dan Lurah Naikoten I Budi Izack. Aksi ini disaksikan langsung warga sekitar bersama ketua RT 20, Kelurahan Naikoten I.

Iklan Dimonium Air

Aksi ini bermula dari sidak yang dilakukan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore Jumat (19/7/2019) lalu. Wali kota meminta petugas harus membersihkan sampah di sungai kecil tersebut, karena setiap tahun ketika hujan turun sampah-sampah meluap ke jalan.

Dinas LHK pun mengerahkan satu unit excavator untuk mengeruk sampah-sampah yang sudah bertumpuk bertahun-tahun di lokasi tersebut. Mayoritas sampah tersebut adalah limbah dari rumah potong ayam yang berjejeran di sepanjang sungai tersebut. Puluhan truk sampah disiagakan untuk mengangkut sampah yang telah dikeruk dari pinggiran hingga dasar sungai. Hingga pukul 18.00, sampah-sampah belum selesai diangkut. Aksi ini akan dilanjutkan besok.

Pantauan media, kompleks belakang Pasar Kasih memang sangat kumuh. Di bantaran kali tersebut berjejer rumah-rumah yang dijadikan tempat potong ayam. Akibatnya limbahnya dibuang begitu saja ke sungai kecil tersebut. Dari dalam sungai pun tercium aroma busuk.

Ketua RT 20, Kelurahan Naikoten I, John, kepada media ini menjelaskan sampah yang ada di sungai kecil itu berasal dari para pedagang ayam yang berjualan di sepanjang sungai tersebut. Los pasar yang didirikan di pinggiran sungai itu dimanfaatkan sebagai tempat potong ayam. Sayangnya limbahnya tidak dibuang ke tempat sampah, tapi dibuang ke sungai.

“Ini sudah bertahun-tahun. Baru kali ini pemerintah peduli dengan kami masyarakat di sini,” ujar John.
Ia menjelaskan, akibat ulah para pedagang tersebut, warga menjadi korban karena setiap hari menghirup bau busuk. Apalagi saat musim hujan, air meluap dan sampah berserakan. Ia pun meminta pemerintah Kota Kupang menutup los pasar atau tempat pemotongan ayam tersebut.

“Sebenarnya tidak boleh bangun di pinggir kali. Atau mereka dikasi peringatan kalau masih buang ke kali, langsung tutup. Tidak boleh jualan di situ,” kata John.

Salah satu warga setempat, Mery, mengatakan sudah bertahun-tahun mereka hidup di tengah-tengah sampah yang menumpuk. Selain sampah dari limbah ayam, juga sampah-sampah plastik yang dibuang pedagang ke kali.

Oleh karena itu, ia pun berterima kasih karena Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore sudah blusukan, dan hari ini sudah ada aksi nyata pembersihan sampah di lokasi tersebut.

“Baru-baru Pak Wali sudah datang jadi minta segera bersihkan. Sudah bertahun-tahun baru ini kali ada wali kota yang mau urus sampah. Ini hari petugas sudah mulai kerja,” kata Mery. (rnc01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed