oleh

Warga Kota Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bengkel Miliknya

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – AS (30), warga Jalan Dua Lontar, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ditemukan tewas dalam posisi gantung diri, Selasa (29/6/2021).

Korban ditemukan tewas tergantung menggunakan tali di bengkelnya persis di depan rumah orang tuanya.

Iklan Dimonium Air

Dilansir dari digtara.com, korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya DS (60), yang saat itu datang ke bengkel milik korban untuk istrahat sekitar pukul 13.00 wita.

Setelah masuk ke dalam, DS melihat korban sudah meninggal dunia dengan kondisi tergantung dekat tempat tidur.

DS langsung berteriak meminta pertolongan sehingga beberapa saudara korban datang.

IS (25), adik korban yang mendengar teriakan ayahnya langsung berlari menuju bengkel tersebut dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan masih dalam kondisi tergantung.

IS dan DS serta kerabat yang lain kemudian mengambil parang memotong tali yang mengikat leher korban dan menurunkan korban dengan harapan korban masih hidup.

Namun korban sudah tidak bernyawa lagi. Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya satu jam sebelum ditemukan.

SS (56), adik kandung ayah korban mengaku kalau sekitar pukul 04.00 wita, ia masih bertemu korban yang pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Korban sempat membuka pintu pagar rumah namun tidak membawa sepeda motor yang dipinjam dari adiknya, IS.

Begitu korban masuk ke rumah, SS lanjut ke pasar dan tidak lagi bertemu korban hingga ditemukan tewas gantung diri.

Rupanya korban masuk ke rumah dan ke kamar kemudian menemui anaknya yang masih kecil dan mencium anaknya serta meninggalkan uang ke istrinya lalu korban pergi.

Pada Senin (28/6/2021) malam, korban meminjam sepeda motor adiknya mengantar kerabat dan ketua RT ke rumah duka kerabat mereka.

Baca Juga:  Positif Covid-19, Bupati Lembata Meninggal di RS Siloam Kupang

Gadaikan Sepeda Motor Adik

Namun saat pulang ke rumah, korban tidak lagi membawa pulang sepeda motor.

IS, adik korban sempat mengirim pesan whatsapp ke handphone korban sekitar pukul 11.00 wita menanyakan keberadaan sepeda motornya.

Namun tidak ada jawaban dari korban. Belakangan diperoleh informasi kalau korban menggadaikan sepeda motor tersebut ke J (30) yang juga rekan korban.

Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan membawa jenazah korban ke rumah orang tua korban di depan bengkel tempat korban bunuh diri.

Aparat keamanan Polsek Oebobo dipimpin Kapolsek Oebobo, AKP Magdalena G Mere, SH dibantu petugas identifikasi Satuan Reskrim Polres Kupang Kota melakukan olah tempat kejadian perkara.

Namun saat polisi datang, jenazah korban sudah dimandikan pihak keluarga dan menolak dilakukan otopsi.

Dari ciri-ciri fisik luar korban tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan yang dialami korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Identifikasi dipastikan korban murni gantung diri.

Polisi berkoordinasi dengan pihak keluarga bahwa kejadian yang dialami korban tersebut diterima pihak keluarga yang menganggap bahwa kematian korban adalah murni bunuh diri.

Belum diketahui alasan korban gantung diri karena selama ini korban dikenal sebagai sosok pendiam yang sibuk dengan aktivitasnya di bengkel.

(*/dig/rnc)

  • 236
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed