oleh

Warga Reok Barat Gotong Royong Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak Parah

Iklan Covid Walikota Kupang

Ruteng, RNC – Kondisi ruas jalur provinsi yang semakin buruk yang menghubungkan wilayah Kecamatan Reok menuju Reok Barat, Kabupaten Manggarai, tepatnya di wilayah Tureng-Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, sangat memperhambat arus transportasi warga yang melintasi wilayah tersebut.

Minim perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap ruas jalur yang dipenuhi lumpur dengan ketebalan sekitar 2 meter itu, membuat kendaraan roda empat yang melintas terjebak di tengah lumpur hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari lamanya.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Pemkab Manggarai Terima 4.600 Dosis Vaksin Covid-19

Camat Reok Barat, Quintus Nang, saat dimintai komentarnya di sela-sela kegiatan, Rabu (10/2/2021) mengatakan, pihaknya didampingi Bhabinsa 1612/03 Reok, Sertu Paulus Frid, bersama Kepala Desa Nggalak, Kongradus Dain, berupaya mengerahkan warga desa bergotong royong memperbaiki kondisi ruas jalur itu dengan alat seadanya agar kendaraan bermotor dapat kembali melintas.

Menurut Camat Quintus, intensitas hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah itu beberapa pekan terakhir mengakibatkan kondisi ruas jalan di beberapa titik semakin parah, seperti di jalur di wilayah Kajong-Munta, Desa Kajong hingga jalur Tureng-Sambor, Desa Nggalak.

Saat kegiatan gotong royong itu, Camat Quintus mengerahkan 60-an orang warga Desa Nggalak untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak parah agar lalu lintas bisa kembali lancar. Namun hal itu tentu tidak akan bertahan lama sebab curah hujan masih tinggi.

Diketahui, ruas jalur provinsi lintas kapubaten yang menghubungkan Kabupaten Manggarai wilayah utara dengan Kabupaten Manggarai Barat saat ini kondisinya sungguh sangat memprihatinkan.

BACA JUGA: Gempa Tektonik M3,9 di Manggarai, Warga Diminta tak Panik

Kerusakan jalur provinsi tersebut terjadi hampir sepanjang jalur mulai dari daerah Racang, Desa Watu Baur Kecamatan Reok, hingga Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, dengan panjang sekitar 45 kilometer.

Kerusakan paling parah terlihat di beberapa titik yakni sepanjang wilayah Racang, Desa Watu Baur, Pering, Desa Rura, Wontong, Desa Toe, Kajong, Desa Kajong dan di wilayah Tureng, Sambor, Desa Nggalak.

Jalur provinsi tersebut merupakan satu-satunya akses warga perbatasan wilayah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dengan Kabupaten Manggarai bersama warga Kecamatan Reok Barat menuju Pusat Kota Kecamatan Reok di Reo untuk menjual hasil-hasil pertanian. (rnc10)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed