oleh

Yayasan Berbagi Kasih Bantu Korban Badai Seroja di Desa Linamnutu, TTS

Iklan Covid Walikota Kupang

So’E, RNC – Masyarakat Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendapatkan bingkisan paket sembako dan perlengkapan mandi dari Yayasan Berbagi Kasih SoE.

Desa Linamnutu merupakan salah satu desa yang terdampak badai siklon tropis Seroja pada April lalu. Sebanyak 36 KK di Desa tersebut menerima bingkisan, Minggu (13/6/2021) di Aula kantor Desa.

Iklan Dimonium Air

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Desa Linamnutu, Agus Sopbaba, Sekretaris Desa, Markus Kause dan sejumlah perangkat Desa. Hadir pula Sekretaris Yayasan Berbagi Kasih SoE, Arwadi Asbanu beserta empat orang anggota Yayasan lainnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Linamnutu mengatakan, sebelumnya warga Desa Linamnutu sudah mendapatkan sejumlah bantuan, diantaranya dari Persatuan warga Flobamorata di Papua, Kodim 1621 TTS dan kali dari Yayasan Berbagi Kasih.

Menurutnya, sejumlah persediaan pangan milik warga hanyut dan ada yang terendam banjir. Ada juga rumah warga yang rusak akibat badai yang terjadi pada April lalu.

“Di sini ada dua rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir,” ujar Agus.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Berbagi Kasih yang sudah meluangkan waktu untuk hadir dan turut merasakan beban masyarakat setempat.

“Jangan lihat dari jumlahnya, tapi mari kita mensyukuri semua berkat yang Tuhan limpahkan bagi kita,” ujar Agus.

Martinus Misali, warga Dusun 1 yang juga terkena dampak banjir bandang April lalu mengatakan, akibat banjir tersebut, hasil panen warga tak maksimal. Hal itu karena pupuk dan obat-obatan yang dimiliki warga terendam banjir.

Selain itu, warga juga membutuhkan tambahan makanan sebab persediaan makanan yang hanya terbawa arus banjir. “Kami juga membutuhkan bibit, pupuk dan obat-obatan supaya kami bisa mengolah sawah kami lagi,” ungkap Misali.

Baca Juga:  Alasan PPKM, Bupati TTS Absen di Sidang Paripurna, tapi Hadiri Syukuran Hari Bhakti Adiyaksa

Sekretaris Yayasan Berbagi Kasih, Arwadi Asbanu menjelaskan, pihaknya terlambat mendapatkan data terkait korban banjir di Desa Linamnutu. Karena itu, pigaknaya baru bisa mendatangi mereka setelah 2 bulan pasca kejadian.

Kendati demikian, setelah mendapatkan data, pihaknya langsung bergerak menuju lokasi sehingga bisa melihat secara langsung kondisi masyarakat dan apa yang dibutuhkan.

“Kehadiran kita di sini untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Kita akan tindak lanjut itu, dan kuta berharap bisa kembali lagi ke Desa ini,” ujar Arwadi.

Selain memberikan bantuan bagi korban banjir, Yayasan Berbagi Kasih juga memberikan bingkisan bagi 6 orang Ibu hamil serta puluhan anak-anak. (rnc21)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed