oleh

Wali Kota: Rumah Sakit Ini Harus jadi yang Terbaik di NTT

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Memasuki usianya yang ke-9, RSUD S. K. Lerik Kota Kupang terus berbenah. Salah satunya dengan menambah dua gedung baru. Kedua gedung ini diresmikan Kamis (1/8/2019) oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore.

Dalam acara peresmian tersebut, Direktris RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Halek mengatakan RSUD S. K. Lerik mempunyai berbagai fasilitas lengkap dan canggih. Di antaranya alat pijat jantung otomatis, yang mungkin baru pernah ada di NTT. Alat ini bisa beroperasi sendiri. Saat ini sudah ada tiga unit di RSUD S. K. Lerik. Selain itu, ada lima unit ventilator atau alat bantu pernapasan canggih seperti di National University Hospital Singapore yang digunakan mendiang Ani Yudhoyono. dr. Lily-sapaan karib dr. Marsiana, mengatakan satu hal yang membahagiakan bahwa pemerintah Kota Kupang benar-benar serius dan peduli membenahi RSUD S. K. Lerik, sehingga rumah sakit tersebut terus berbenah, baik dari segi infrastruktur maupun pelayanan. “Banyak dana yang diterima rumah sakit ini, pembanguan dua gedung, yakni rawat jalan dan rawat inap serta peralatannya yang sangat canggih,” kata dr. Lily.

Iklan Dimonium Air

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, dalam sambutannya mengatakan dari segi usia RSUD S. K. Lerik masih sangat belia, namun terus membenahi diri memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Ia mengaku bahwa awal menjabat sebagai wali kota, ia bertemu direktris dan berpesan ingin menjadikan RSUD S. K. Lerik ini menjadi RS terbaik di NTT. Hal ini juga terinspirasi dari pengabdian untuk mengenang jasa mantan Wali Kota Kupang Alm. SK Lerik.

“Kita harus jadikan RS S. K. Lerik sebagai rumah sakit terbaik di NTT. Memang tidak mudah, banyak tantangan dalam mengubah pola pikir dan tindakan pelayanan kita. Saya mau rumah sakit ini punya peralatan canggih kelas 1,” kata wali kota yang pada 22 Agustus nanti genap dua tahun memimpin Kota Kupang.

Ia mencontohkan saat mengajukan permintaan ke pemerintah pusat terkait dana penunjang fasilitas, ia tak perlu tanya ke direktris, namun langsung searching di google. “Saya liat ada satu alat namanya ventilator waktu itu ibu direktris minta satu saja. Ventilator ini alat bantu untuk pernapasan di ruangan ICU. Saya tanya kenapa hanya minta satu. Kalau ada lebih dari satu yang napas sesak, nanti bakurampas. Siapa yang kuat maka dia yang dapat, maka beta langsung bilang belinya harus lima. Ventilator ini yang ada di Singapur,” kisah wali kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Mantan anggota komisi X DPR RI ini menambahkan beberapa waktu lalu rumah sakit lainnya di NTT direkomendasikan turun kelas, namun RSUD S. K. Lerik tetap di Tipe C. Dirinya menargetkan akan menjadikan RSUD S. K. Lerik sebagai rumah sakit tipe B. Ini sudah menjadi cita-citanya sejak awal menjabat.

Ia berharap RSUD SK Lerik menjadi rumah sakit rujukan bagi semua masyarakat Kota Kupang dan NTT. “Begitu bangganya kita dengan bapak S. K. Lerik, wali kota pertama, yang sekarang namanya menjadi ikon rumah sakit ini. Kita juga harus jadikan rumah sakit ini rumah sakit kebanggaan kita. Harus sesuai taglinenya yang responsif, cepat dan profesional atau disingkat RESEP,” kata wali kota.

Ia juga mengingatkan agar rumah sakit ini tidak dijadikan sebagai ladang penghasil PAD untuk Kota Kupang. Namun sebagai titik pelayanan. Jika dana kurang tinggal minta ke pemerintah. Jika ada sisa baru disetor ke pemerintah menadi PAD.

Untuk diketahui, dalam acara HUT ke-9 RSUD S. K. Lerik tadi pagi, tampak hadir istri mantan Wali Kota Kupang Samuel Kristian Lerik, Ny. Mia Lerik, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe, SE, MM, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang Yuvensius Tukung, Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang Mauridz Kale Lena, anggota Komisi V DPRD NTT Winston Neil Rondo.
(rnc02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed