Kupang, RNC - Salama’ marampa lako kita solanasang. Salama’ Sitammu Mali’ paiman siduppa kaboro’ lako kaleta massolanasang. Lendu’ sende paiman kan, sia lendu’ masannag tu penaangki, belan na karampoan ta, Eh.., sang siuluran ki, tu ti umba’ dio mai pira pira tondok, lan misa sang siturusan un lendui Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Katolik inde te tondok Kupang, NTT, tu un bendanan ni sara’ ya to.
Yamo pale na to, kikua makada, Salama’ tu karampoan ta, den no upa, anna rampo tu kameloan lako kaleta, rampo tu na anga’ penaanta la un pamasarunggu kontingen ta baktu sangsiturusanta, ta ampai tu juara situru pangandoan ta. Ki tole pa, Salama’ sitammu mali inde te padang ri Nusa Tenggara Timur, tondok dipokalelean “Negeri Flomamora Maballo”. Puang Matua tontong un ra’pak ra’pak ki ki mamasena. Amin.
Sebuah ungkapan hati yang tulus dari Sangtorayan yang ada di Kupang, menyambut kedatangan solata yang mengikuti Pesparani. Ya.., tidak dipungkiri kehadiran Sangtorayan di masing - masing kontingen Pesparani II yang sementara dihelat di Kota Kupang. Mereka ada dalam kontingen Pesparani Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat dan Kalimantan Timur (data sementara RakyatNTT.com). Tidak cuma satu - dua orang. Mereka bahkan ada yang puluhan orang dalam satu kontingen.
Bertemu sesama diaspora Sangtorayan di tanah rantau, pastinya membawa kerinduan tersendiri bagi Persekutuan Umat Katolik Toraja (PUKAT) yang ada di Kupang. Karena itu, diadakan pertemuan di rumah Yustinus Ada’ di bilangan Oesapa, Rabu (26/10/2026) malam. Hadir dalam pertemuan itu, Duma Pabiban, Mathius Pararak, Anthonius Pangalinan, Robert Kadang, Nathaniel Parimba, Ramli, Paulus Pasau, Lukas Lantang, Yuliana Salosso, Yudit Palentek, Agustina Kalepe’ Flora Rorre, Rosalina Tiku dan Selvia Yustin.
Ada beberapa hal yang dibicarakan malam itu. Misalnya saja, mengunjungi hotel - hotel tempat solata menginap, termasuk menjamu mereka di akhir perlombaan nanti. Namun kerena kesibukan masing - masing peserta, maka diputuskan untuk bersilaturahmi dengan mereka pada, Senin (31/10/2026). Ajang silaturahmi tersebut akan dilaksanakan di Aula Biara Klaret, di Matani, pukul 09.00 - 14.00 Wita, sebelum semua peserta mengikuti acara penutupan Pesparani, pukul 16.00 Wita.
Dalam ajang tammuan sikamali’ yang akan dikemas “sesantai mungkin” itu, dilakukan perkenalan sesama peserta dan diaspora Toraja yang ada di Kupang. Lalu sharring iman Katolik secara singkat. Kemudian sambutan dari Ketua Kerukunan Keluarga Toraja, lalu di akhir makan siang bersama, dengan menu utama pa’piong duku bai. Aiiihiii, meoli komi, tole pi, pissan pa. (robert kadang)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com



















Komentar