Jakarta, RNC - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan adanya dugaan tindakan tidak jujur dan tidak adil pada Pemilu 2026. Dia menyebut ada upaya agar Pilpres 2026 nanti hanya akan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres yang dikehendaki.

Hal tersebut disampaikan SBY saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9). SBY awalnya membeberkan adanya tanda-tanda Pemilu 2026 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

banner BI FAST

“Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2026, saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda pemilu 2026 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (17/9/2026).

Lebih lanjut, masih dalam video Tiktok itu, SBY mengatakan akan ada skenario capres-cawapres hanya akan diikuti oleh dua pasangan. SBY menyebut itu dikehendaki oleh mereka agar oposisi tidak bisa mengajukan capres dan cawapresnya.

“Konon akan diatur dalam pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka. Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres cawapresnya sendiri bersama koalisi tentunya,” ucapnya. (*/dtc/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Baca Juga:  4 Parpol Melapor, Bawaslu Tolak 2 Parpol saat Sidang Putusan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed