oleh

Dua Fraksi di DPRD Sarai Soroti Garam yang Menumpuk di Gudang

Seba, RNC – Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) meminta pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) untuk segera menjual garam yang telah menumpuk di gudang, sehingga tidak rusak dan dapat memberikan kontribusi bagi PAD.

Demikian pandangan umum Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Sarai terhadap Nota Keuangan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Sabu Raijua tahun anggaran 2020, yang dibacakan oleh Harjanti Kristiani Uly, S.I.Kom, Selasa (6/10/2020).

Fraksi nasdem juga meminta Pemda Sarai untuk memberdayagunakan pabrik rumput laut, AMDK, dan pabrik garam untuk menambah kontribusi bagi daerah. Dan Fraksi Nasdem meminta Pemda Sarai untuk menyerahkan pabrik tersebut untuk dikelola pihak ketiga jika mengalami kesulitan dan kendala.

“Dan bila sulit dilaksanakan oleh dinas, fraksi partai Nasdem menyarankan untuk di pihak ketiga-kan/ MoU dengan pihak ketiga dengan sistem sharing profit,” kata Harjanti.

BACA JUGA: IE RAI Siapkan Program Bedah Rumah untuk Masyarakat Sabu Raijua

Fraksi Gabungan Peduli Rai Hawu dalam pandangan fraksinya yang dibacakan Lorens A. R. Wewo, S.Sos meminta pemerintah Sarai untuk fokus dalam menggenjot pendapatan dari sektor industri seperti pengelolaan pabrik rumput laut, AMDK, dan juga produksi tambak garam yang ada serta pabrik garam Nataga.

“Terhadap tidak beroperasinya semua pabrik yang ada di Sabu Raijua, fraksi ingin mendapatkan penjelasan tentang rencana kerja tindak lanjut dari pemerintah sehingga pabrik-pabrik tersebut dapat membawa manfaat bagi daerah,” katanya.

Menjawab hal tersebut, Pjs. Bupati Sabu Raijua, Ir. Ferdy J. Kapitan mengatakan Pemda Sabu Raijua menerima setiap usul saran dari fraksi Nasdem untuk ditindaklanjuti.

Pjs Bupati Sarai juga menjawab Fraksi Gabungan Peduli Rai Hawu bahwa pabrik garam yang ada di Sabu Raijua terus berproduksi secara normal. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed