oleh

Ketua Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan DPRD NTT Ajak Anak-anak Yatim Tonton Film “Anak Garuda”

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan DPRD Provinsi NTT bersama keluarga besar Panti Asuhan Ceria Tarus, Kabupaten Kupang, nonton bareng film “Anak Garuda” di XXI Transmart Kupang, Selasa (21/01/2019) sore.

Pantauan RakyatNTT.com, bersama 20 anak-anak panti yang didampingi pengurusnya, Ketua Fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan DPRD NTT Reny Marlina Un mengatakan kegiatan yang dilangsungkan adalah wujud kepedulian fraksi terhadap anak-anak yatim. “Ini adalah hal yang baru bagi anak-anak panti di mana mereka dapat merasakan seperti apa yang anak-anak di luar rasakan,” katanya.

Iklan Dimonium Air

Ia menambahkan anak-anak yatim piatu ini perlu diberi motivasi untuk menggapai masa depan yang cerah. Salah satunya dengan mengajak mereka menonton film “Anak Garuda” yang penuh dengan pesan-pesan positif. Ini bisa membuat mereka terinspirasi dan terus bersemangat dalam menjalankan kehidupan ke arah yang lebih baik.

“Jadi kami punya suatu sukacita ketika mereka bisa melihat di luar itu seperti apa. Juga ini bagian dari memotivasi mereka sehingga mereka nanti tidak mengucilkan diri. Mereka tidak merasa berdiri sendiri, tetapi mereka bisa melihat kalau di dunia luar ada yang memperhatikan mereka,” ungkap Reny.

Sementara itu, Pimpinan Panti Asuhan Ceria, Stefanus Riwu memberi apresiasi kepada Fraksi Demokrat yang telah memberikan sentuhan humanis kepada anak-anak panti asuhan. Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi anak-anak.

Ia mengatakan biasanya partai politik memprioritaskan kegiatan-kegiatan politik di basis pendukungnya. Namun, Demokrat justru memberikan perhatian pada anak-anak. “Kami bersyukur kepada Tuhan untuk pikiran dan gagasan baru dari Fraksi Demokrat kepada anak-anak bangsa. Dan saya kira ini belum dipikirkan oleh teman-teman dari partai yang lain,” kata Stefanus. (rnc04)

Baca Juga:  Soal Gugatan Kubu KLB Deli Serdang, Demokrat: Pengadilan Jangan Dipakai untuk Akal-akalan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed