Kupang, RNC - Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore (Jeriko) dan Dr. Lusia Adinda Lebu Raya (Jeriko-Adinda) punya visi besar memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat Kota Kupang. Termasuk di dalamnya melanjutkan pembangunan SPAM Kali Dendeng.

Dalam orasi politiknya saat acara deklarasi Relawan RF untuk Jeriko-Adinda di Hotel Maya, Sabtu (14/9), Jeriko menjelaskan pelaksanaan program air bersih sedikit terkendala karena pandemi covid-19. Namun, ia terus berjuang sehingga SPAM Kali Dendeng bisa dibangun walaupun dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp173 miliar dan sudah terbangun sejak tahun 2022 lalu. Namun, masih tersisa tahap dua senilai Rp200-an miliar yang belum dibangun.

Jeriko mengatakan, pembangunan SPAM Kali Dendeng ini menggunakan anggaran pemerintah pusat senilai Rp389 miliar. “Kebetulan saya salah satu ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) sehingga punya akses langsung ke Presiden Jokowi dan saya meminta bantuan untuk pembangunan air bersih dan penataan kota,” kata Jeriko.

Oleh karena itu, sudah dibangun SPAM Kali Dendeng tahap pertama senilai Rp173 miliar. Saat ini air sudah tersedia dengan volume cukup besar di reservir yang dibangun di Manutapen, Penkase dan NBS. Setelah SPAM Kali Dendeng tersambung ke rumah-rumah warga, pembangunan tahap II bisa dilanjutkan.

Kendala saat ini air belum disambung ke rumah-rumah warga karena belum ada sambungan pipa. Saat SPAM Kali Dendeng selesai dikerjakan, kata Jeriko, masa jabatannya sudah selesai. Walau begitu, ia sudah menganggarkan Rp33 miliar untuk pengadaan pipa untuk sambungan ke rumah-rumah warga. Sayangnya, pejabat selanjutnya mengalihkan anggaran tersebut sehingga air belum bisa mengalir.

“Saat ini hanya sekitar seribu rumah di Kelurahan Alak yang menikmati karena itu pun sambungan pipa dari pemerintah pusat waktu itu. Ini sebagai percontohan,” ujarnya.

Baca Juga:  Data Survei Indikator: 85,4% Warga Kota Kupang Puas dengan Kinerja Jeriko

Padahal, lanjut Jeriko, anggaran pengadaan pipa nantinya akan diganti oleh pemerintah pusat. Namun disayangkan anggaran itu dialihkan sehingga saat ini masyarakat belum menikmati air bersih. “Jadi kita pakai uang Pemkot dulu, kalau sudah selesai baru ditagih ke pusat. Tapi ternyata uangnya sudah dialihkan ke urusan lain, sehingga air belum bisa mengalir,” jelas Jeriko.

Jeriko menegaskan, soal air bersih tidak diragukan lagi karena sudah 90 persen, tinggal dialirkan ke rumah-rumah warga. “Air sudah ada sekarang tapi tidak dipakai. Harusnya sudah bisa jalan. Jadi kita ini bukan omong-omong, tapi air sudah ada, hanya pipa tidak ada. Kalau pipa sudah ada air mengalir,” tegas Jeriko.

Jeriko pun berkomitmen jika kembali dipercaya masyarakat memimpin Kota Kupang, maka pada kesempatan pertama langsung dilakukan pengadaan pipa agar air dialirkan ke rumah-rumah warga. Dengan demikian, pembangunan SPAM Kali Dendeng tahap II bisa berjalan.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore memutar keran di salah satu rumah warga yang sudah terlayani jaringan SPAM Kali Dendeng, Selasa (26/7/2026). (Foto: Dok. PKP Setda Kota Kupang)

Tak hanya SPAM Kali Dendeng, Jeriko juga menjelaskan setelah pandemi covid-19, dirinya langsung menganggarkan Rp5 miliar untuk pembangunan SPAM Air Itam di Oesapa. Pembangunan SPAM ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah timur Kota Kupang. “Sudah lelang tapi ternyata dibatalkan juga (oleh pejabat selanjutnya). Padahal kita sudah kerja sama dengan Unkris (UKAW). Saya juga heran kenapa dibatalkan,” kata Jeriko.

Oleh karena itu, menurutnya, SPAM Air Itam menjadi prioritas untuk dibangun nanti karena kebutuhan air masyarakat sangat besar. “Ini menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah timur, sehingga sangat disayangkan waktu itu sudah dianggarkan tapi dibatalkan. Nanti kalau terpilih kita pasti utamakan untuk bangun Air Itam karena sudah ada MoU sebelumnya,” jelas Jeriko.

Baca Juga:  Survei Indikator: Jeriko dan Adinda jadi Kandidat Terpopuler

Selanjutnya, salah satu perjanjian khusus dengan pemerintah pusat adalah pembangunan SPAM Air Sagu. Menurut Jeriko, Air Sagu belum bisa dibangun karena anggarannya dialihkan saat pandemi covid-19. Namun karena sudah ada perjanjian dengan pemerintah pusat, sehingga perlu difollow up. Anggaran yang disetujui adalah Rp75 miliar.

Tak sampai di situ, pemerintah pusat juga sudah setuju untuk pembangunan Bendungan Kolhua. Namun catatannya adalah harus disetujui warga setempat. “Jadi kalau warga setuju maka pemerintah pusat akan bangun. Kalau tidak setuju maka kita cari opsi lain,” kata Jeriko.

Salah satu opsi lainnya, menurut Jeriko, yakni membangun Bendungan Liliba walaupun kapasitasnya lebih kecil. Ini sudah disetujui pemerintah pusat sehingga harus difollow up. “Kalau semua ini sudah dibangun, ditambah dengan kerja sama kita dengan beberapa sumur bor yang sudah dilakukan sebelumnya, maka sudah bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Kupang,” kata Jeriko. (rnc)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *