Diduga Ada Unsur SARA, Bawaslu Kabupaten Kupang Telusuri Rekaman Video Paket Kemesraan

Oelamasi, RNC - Bawaslu Kabupaten Kupang sedang menelusuri unsur pelanggaran dalam rekaman video kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang, dr. Messerasi Ataupah dan Maria Nuban (Paket Kemesraan). Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Marthoni Reo dalam sesi jumpa pers di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Kupang, Selasa (8/10/2026).

Untuk diketahui, rekaman video yang beredar tersebut adalah rekaman saat calon bupati Messe Ataupah berkampanye di wilayah Amarasi. Ketua Bawaslu, Marthoni Reo mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan cabup Messe Ataupah itu sudah menjadi atensi Bawaslu Kabupaten Kupang.

“Diduga melanggar pasal 69 Undang-undang Pilkada nomor 10 Tahun 2016 huruf B. Diduga menghina suku, ras dan seterusnya yah. Nah, itu kami sudah tindaklanjuti dengan rapat kemarin,” ungkapnya.

Dalam rapat itu, kata Marthoni, diputuskan tim dari Bawaslu melakukan penelusuran terhadap bukti-bukti video tersebut. Waktu penelusuran dan pengumpulan bukti serta keterangan dilakukan selama 7 hari di luar jam kerja dan dimulai hari ini.

“Kalau misalnya memenuhi dua alat bukti dan peristiwa pidana pemilunya ada, maka akan dilakukan registrasi temuan dan tentu proses penyelidikannya jalan. Jadi dari tahapan penyelidikan atau klarifikasi akan naik ke tahapan penyidikan kemudian ke tuntutan atau putusan,” jelas Marthoni.

Untuk diketahui, sebelumya beredar video kampanye cabup Messe Ataupah di wilayah Amarasi berdurasi 2 menit. Dalam rekaman video itu Messe Ataupah menyampaikan bahwa dirinya adalah kandidat asli dari wilayah Amarasi, sedangkan kandidat lainnya adalah orang luar daerah Timor-Amarasi.

Ia mengatakan kandidat lain berani maju karena menganggap enteng masyarakat Amarasi. Oleh karena itu, ia berani maju dalam kontestasi Pilkada untuk mempertahankan harga diri masyarakat Amarasi. “Saya harus maju supaya bilang “ho sakau” ini dokter Messe, ini orang Amarasi, ko kenapa juga lu. Jangan terlalu menghina. Jangan terlalu anggap enteng orang Amarasi,” demikian kata Messe dalam cuplikan video tersebut.

Perindo Nilai Tak Ada Unsur SARA

Menanggapi hal itu, salah satu Tim Pemenangan Paket Kemesraan yang juga politisi Partai Perindo, Mesak Mbura mengatakan diriya ikut hadi dalam kampanye di Amarasi. Namun menurutnya tidak ada maksud Messe Ataupah untuk menjelek-jelekkan kandidat lain.

“Kita serahkan ke Bawaslu. Mereka punya kewenangan. Kalau memang ada penelusuran nanti kita lihat perkembangannya. Tapi yang jelas tidak ada tujuan untuk mencerca siapa pun,” ungkapnya.

Mesak mengatakan Paket Kemesraan menerima upaya Bawaslu untuk menelusuri video kampanye tersebut. Namun ia berharap mesti dilihat secara obyektif, sebab tidak ada kata-kata penghinaan maupun ajakan untuk tidak memilih kandidat lain. Tidak ada ajakan untuk tidak memilih kandidat yang bukan berasal dari Timor-Amarasi.

“Kan beliau hanya bilang begini, orang anggap kita tanganga, maka saya maju. Bukan bilang jangan pilih orang Sabu, jangan pilih orang Rote dan jangan pilih orang lain. Dia tidak omong hal itu, tetapi dia omong, karena kita dianggap tanganga maka saya berani maju. Di Sabu sana tidak ada orang Timor maju, di Rote sana tidak ada orang Timor maju. Kecuali dia bilang jangan pilih orang Sabu, jangan pilih orang Rote, jangan pilih orang Bugis, nah itu baru saya pikir ada unsur SARA,” jelasnya. (rnc04)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment