Mayoritas UMKM Terdampak Covid-19
Kepada RakyatNTT.com, Kepala Bidang Koperasi UKM, Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Rote Ndao, Yati Haning, mengatakan kondisi UMKM secara umum terdampak covid-19, terutama usaha-usaha mikro seperti penjual ikan, sayuran, gula lempeng/gula semut dan penyewaan soundsystem, bridal/salon, serta usaha mikro lainnya.
Menurut Yati Haning, pemerintah daerah melalui Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Rote Ndao, pada tahun 2020 telah meyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi UKM terdampak covid-19 sebanyak 222 UKM dengan total dana sebesar Rp 399.600.000.
“Setiap UKM mendapat BLT UKM sebesar Rp 1.800.000, (untuk 6 bulan) dan pembayarannya langsung ke rekening penerima,” kata Yati.
Oleh karena itu, ia mengatakan program Kredit Merdeka dari Bank NTT sangat membantu UMKM untuk terus berkembang di masa pandemi covid-19.
Pemda Mesti Mendukung
Pakar Ekonomi Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Dr. James Adam mengatakan secara umum kondisi ekonomi baik level nasional, regional, maupun daerah sangat terganggu. Persoalan ekonomi ini merembes pada kegiatan atau aktivitas dari UMKM. Oleh karena itu, pemda perlu terus mendorong supaya tetap hidup. Persoalannya, pemerintah hanya mendorong untuk memproduksi, melakukan aktivitas ekonomi lebih baik, namun pasarnya yang masih sulit.
Menurut James, dalam kondisi pandemi masyarakat lebih fokus pada persoalan perut, soal konsumsi setiap hari. Orang tidak terlalu mementingkan kebutuhan sekunder. Masyarakat lebih utamakan kebutuhan primer atau kebutuhan pokok. Dengan demikian walaupun UMKM menghasilkan produk yang banyak tetapi sulit dalam memasarkannya.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar UMKM lebih fokus pada usaha kuliner yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. “Karena pasar sedang lesu karena masyarakat lebih fokus beli beras atau makanan daripada beli barang,” ujar James.
Terkait kebijakan pemerintah dan perbankan di tengah pandemi covid-19, James mengatakan Pemerintah sangat kewalahan karena anggaran difokuskan pada sektor kesehatan. Namun, pemerintah juga mempunyai program-program yang berkaitan dengan pembangunan, kesejahteraan masyarakat dan program-program yang dijalankan pemerintah seperti stimulus-stimulus, bantuan-bantuan seperti BLT, BST, Prakerja, bantuan biaya sekolah, dan bantuan-bantuan pemerintah lainnya. Bantuan-bantuan tersebut hanya sekadar sebagai stimulus supaya ada gairah, ada motivasi dari warga masyarakat agar bisa melakukan sesuatu di luar dari yang dibuat pemerintah.
Namun bantuan-bantuan seperti itu tidak bisa diberikan dalam jangka panjang dan dipertahankan karena uang negara terbatas. Dalam situasi seperti ini perbankan juga diharapkan turun tangan.
Menurut James, Bank NTT dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini mempunyai banyak program untuk mendorong ekonomi untuk tetap bergerak, Contohnya Bank NTT membuka lopo [email protected] Bisa dan Agen [email protected] Agen [email protected] Bisa; masyarakat hanya buka rekening bank NTT sebesar Rp 500.000 sudah bisa menjual pulsa HP, pulsa internet, token PLN, bayar iuran PDAM, bayar pajak dan lain-lain. Jadi tidak perlu punya modal besar untuk buka usaha.
Lopo [email protected] Bisa di beberapa lokasi di beberapa kabupaten, seperti Desa Binaan Bank NTT, fokusnya adalah kelompok yang menjual produk-produk hasil produksi dan olahan masyarakat setempat. Ini sangat bagus karena membantu pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi tetap jalan.
Selain itu, menurutnya, program Kredit Merdeka dari Bank NTT juga sangat membantu para pelaku usaha mikro karena platfondnya maksimal Rp 5.000.000 tanpa agunan dan bunga. “Orang dapat pinjaman Rp 5 juta, dia bisa mengelola itu tetapi kewajiban untuk mengembalikan juga tetap ada dan tanpa bunga,” kata James.
Menurutnya, kredit kecil, risikonya juga kecil. Sebaliknya, jika bank memberikan kredit dalam jumlah besar maka risikonya juga besar.
Ia berharap pemerintah daerah bersama Bank NTT terus bersinergi untuk mempertahankan program kredit tanpa bunga agar membangkitkan ekonomi masyarakat. Ia mengatakan, bank sudah melakukan tugasnya dengan memberikan kredit usaha murah dan mudah bagi masyarakat. Selanjutnya, pemda mesti membuka jejaring kemitraan atau menjadi jembatan penghubung antara UMKM dengan mitra bisnis lain agar produk-produk UMKM di Rote Ndao bisa tembus pasar luar daerah. (rnc12)








Komentar