Kupang, RNC - Dana hibah Pemerintah Provinsi NTT untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 secara resmi akan disalurkan melalui Bank NTT.
Pantauan RakyatNTT.com di Room Sumba Hotel Harper Kupang, Kamis (21/12/2026), Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Ketua KPU NTT, Thomas Dohu menandatangani perjanjian kerja sama penampungan dan penyaluran dana tersebut. Hadir juga sejumlah pejabat Bank NTT beserta pengurus KPU NTT dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua KPU NTT, Thomas Dohu menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bank NTT terlibat dalam menyukseskan Pilkada NTT di tahun 2026.
Ia mengatakan, KPU berhasil menjalankan amanat konstitusi dengan menetapkan Bank NTT sebagai bank yang tepat untuk menampung dan menyalurkan dana hibah bagi lembaga penyelenggara Pemilu di NTT.
“Kami telah memutuskan Bank NTT yang dimaksud. Memang tahapan Kepala Daerah belum dilaksanakan, pengalaman di tahun 2020 memang satu tahun sebelum sudah, namun untuk Pilgub dan Cawagub nanti kita menunggu Peraturan KPU keluar,” ungkapnya.
Thomas mengatakan Bank NTT sebagai mitra yang akan mendukung tata kelola keuangan KPU khusus pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT pada tahun 2026.
Selain tata kelola keuangan, KPU juga berharap dengan kemitraan ini Bank NTT bisa memberikan dampak lebih bagi penyebaran informasi Pemilu serta mengajak seluruh civitas Bank NTT untuk menyukseskan Pemilu 2026 dengan memastikan seluruh karyawannya sudah dan akan menjadi pemilih.
“Kita juga menyukseskan pemilu, terutama menyebarluaskan informasi pemilu,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memberi apresiasi kepada KPU yang memilih Bank NTT sebagai bank yang bermitra dalam menyukseskan tata kelola keuangan KPU NTT.
Ia mengatakan Bank NTT memiliki aplikasi CMS (Cash Management System) yang bisa menjadi layanan tata kelola keuangan KPU. CMS menyajikan berbagai model transaksi yang layak bagi keuangan lembaga.
“CMS ini bisa membantu transaksi murah dan handal, termasuk dengan KPU dan mitranya sehingga nanti pada tahapan tata kelola keuangan itu akan memudahkan dan faliditi nya akan baik karena semua dalam sistem, ril time dan dapat dipertanggungjawabkan secara umum,” jelasnya.
Harry menyebut dengan sistem CMS bisa mengangkat tingkat tata kelola keuangan KPU, di mana aplikasi yang ditawarkan secara langsung memberikan dampak keterbukaan pengelolaan keuangan bagi KPU. “Kalau ini berjalan maka KPU akan menjadi institusi yang tata kelola keuangan pertama dalam tata kelola keuangan dengan sistem digitalisasi,” sebut Harry.
Selain itu, menanggapi harapan KPU NTT bagi Bank NTT, Harry berkeinginan adanya perjanjian kerja sama lagi untuk menggunakan seluruh unit mesin ATM untuk menayangkan informasi Pemilu mulai dari Pilpres, Pileg dan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Tahun 2026. “Kita siap untuk memfasilitasi itu. Kita siap. Juga kami berharap semua pegawai KPU mungkin bisa memiliki rekening Bank NTT,” tambahnya. (rnc04)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com














Komentar