oleh

Siap jadi Gubernur NTT, Orias Moedak Diskusi dengan Para Alumni STFK Ledalero 1986

Kupang, RNC – Bakal calon Gubernur NTT, Orias Petrus Moedak berdiskusi dengan para alumni STFK Ledalero tahun 1986 di Biara OCD, Penfui Timur, Kamis (20/7/2023). Dalam diskusi itu, Orias mendapatkan masukan dari para pastor yang kini bertugas di berbagai negara maupun Indonesia.

Orias mengatakan saat ini NTT butuh penanganan serius. Pasalnya, walaupun punya kekayaan alam yang luar biasa namun tidak dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Masalah lain adalah utang pemerintah yang cukup besar, namun tidak dipakai untuk hal-hal produktif, sehingga membebani keuangan daerah. “Aset kita banyak tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Aset wisata kita luar biasa tapi tidak terawat, akses jalan tidak ada,” kata Orias.

Orias mengatakan dirinya kembali ke NTT ibarat dokter yang sedang melihat orang yang sedang sakit dan ingin membantu. Ia ingin memberi diri untuk NTT. Alasannya NTT sudah lama berdiri tapi masih menjadi daerah miskin. Ekonominya tidak berkembang. “Ekonomi menurun karena salah urus. Kita meminjam uang harusnya untuk hal-hal yang produktif,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Orias mengatakan kualitas guru adalah hal paling penting yang harus diperhatikan. Tidak sekedar berkualitas, tapi guru juga harus sejahtera. Pemerintah harus mengutamakan kualitas dan kesejahteraan guru, karena ini menjadi dasar peningkatan mutu pendidikan. “Gedung masih bisa pinjam, tapi kalau guru tidak berkualitas maka pendidikan kita tidak bagus,” katanya.

Mantan Wakil Direktur Freeport Indonesia ini menambahkan akses jalan juga menjadi perhatian serius di NTT. Jalan harus dibangun, khususnya menuju pusat-pusat ekonomi sehingga anggaran tidak terbuang sia-sia. Selama ini, kata dia, banyak jalan yang dibangun tidak ke pusat ekonomi. Apalagi anggarannya menggunakan pinjaman. “Ini yang membuat kemampuan membayar kita sulit karena tidak ada imbal balik,” katanya.

Baca Juga:  Partai Hanura Beri Rekomendasi untuk Orias Moedak, Frans Aba dan Refafi Gah

Pada kesempatan itu, Pater Philipus Karangora berkomentar soal pariwisata di NTT. Ia mengatakan NTT punya aset wisata yang luar biasa, namun pengelolaannya tidak jelas. Bahkan belum jelas mana yang milik pemerintah dan mana milik swasta. “Kadang-kadang aset pemerintah diklaim sebagai milik pribadi pejabat. Oleh karena itu, ini harus didata dengan baik untuk dimanfaatkan,” kata Pater Philipus.

Sementara itu, Pater Mikhael mengatakan dirinya bersyukur karena Orias yang merupakan putra NTT ingin kembali mengabdi di NTT.Ia mengakui kemampuan Orias luar biasa karena terbukti bisa memimpin perusahaan-perusahaan negara. “Kami semua antusias karena memang Pak Orias punya latar belakang yang luar biasa. Mudah-mudahan seperti pengalaman Pak Orias di perusahaan besar bisa menerapkan manajemen seperti itu di NTT. Kita sudah terlalu dimanjakan. Saya setuju dengan tagline jangan mencuri. Karena mencuri itu sama dengan korupsi,” kata Pater Mikhael.

Orias pun menyampaikan terima kasih kepada para pastor yang telah memberikan banyak ide dan gagasan dalam diskusi tersebut. Ke depan jika diberi kesempatan memimpin NTT maka ide-ide yang baik ini diterapkan. “Saya senang karena mereka memberikan masukan dan juga harapan. Saya senang ada masukan dan ini bekal yang baik.
Ibarat pemain bola saya ada di pinggir lapangan, siapa tahu memang orang NTT memerlukan orang seperti saya, saya sudah siap. Jadi atau tidak, semua tergantung masyarakat NTT. Pesan saya siapapun yang jadi ya itu jangan mencuri,” pungkas Orias. (rnc)

Editor: Semy Rudyard H. Balukh

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *