oleh

KKT Tongkonan Ta’, Mari Jaga Keutuhannya..!

Kupang, RNC – Usai sudah perhelatan Rapat Anggota Pemilihan Pengurus Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kota Kupang dan sekitarnya, periode 2022 – 2025. Kekhawatiran bakal alot dan serunya pemilihan ketua KKT tersebut, ternyata pepesan kosong belaka. Daud Pulo Mangesa, ST, MT, malah tidak mendapatkan “lawan” sepadan, sehingga panitia pemilihan memutuskan dosen Fakultas Teknik Undana itu sebagai ketua KKT terpilih, berdasarkan dukungan mayoritas suara peserta yang menghadiri Rapat Anggota tersebut. Pemilihan itu sendiri berlangsung di Aula Kopdit Solidaritas, Sabtu (26/11/2022).

Dalam arahannya, dua penasehat KKT Kota Kupang dan sekitarnya, Drs. Yunus Lintin Kambuno, dan Ir. Boni Marasin, M.Si, mengatakan, sebagai paguyuban yang telah eksis dan teruji selama puluhan tahun, KKT Kota Kupang merupakan Tongkonan (rumah kita) yang perlu dijaga keutuhannya. Dinamika organisasi Sangtorayan yang saat ini terpolarisasi karena kepentingan, kata mereka, justru dimaknai sebagai upaya menyatukan perbedaan dengan menempatkan kepentingan Sangtorayan di atas kepentingan elite dan golongan. “Memang tidak bisa kita hindari kehadiran organisasi lain dalam kelompok – kelompok masyarakat Toraja saat ini. Tapi, fenomena itu mari kita maknai sebagai sebuah dinamika organisasi, yang muaranya untuk menyatukan perbedaan yang ada. Satu hal yang perlu kita sadari bersama, KKT Kota Kupang adalah Tongkonan atau rumah kita yang perlu dijaga keutuhannya,” ujar Lintin Kambuno.

banner BI FAST

Senada dengan itu, juga diungkapkan Boni Marasin. Menurut mantan Kadis Pertambangan NTT itu, paguyuban KKT yang telah dibentuk para pendahulu, eksistensi dan keberadaannya harus terus dipelihara dan dijaga. “Apa yang telah dirintis para pendahulu kita, mari kita terus pelihara dan jaga keutuhan KKT. Tidak boleh ada yang berupaya mengganti, apalagi membubarkan KKT Kota Kupang dan sekitarnya,” tandas Boni Marasin.

Pernyataan serupa juga ditegaskan Paulus Rante Tadung, SH. Mantan Kadis Koperasi dan UMKM NTT itu menandaskan, wadah Kerukunan Keluarga Toraja tidak akan lekang oleh waktu. Justru, kata Paulus, KKT Kota Kupang makin mempersatukan kepentingan Sangtorayan, di tengah hadirnya organisasi lain yang mengklaim lebih baik. “Mari kita terus memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sebagai sangkutu’ banne. Kita telah merasakan suka – duka dalam kerukunan ini. Karena itu, kita harus terus menjaga keutuhan KKT Kota Kupang dan sekitarnya,” imbuh ketua KKT Kota Kupang dan sekitarnya, periode 2019 – 2022 itu.

Sekedar tahu, dalam Rapat Anggota Pemilihan Pengurus KKT Kota Kupang dan sekitarnya periode 2022 – 2025, mayoritas anggota menyuarakan Daud Pulo Mangesa sebagai ketua. Pria yang akrab disapa Pong Tini itu, sempat akan bersaing dengan Erik Wisang. Namun setelah dimintai kesediannya, sang polisi berpangkat AKP itu menyatakan tidak bersedia. Pong Tini akhirnya resmi dikukuhkan bersama Yulius Keda Mande, S.Th (sekretaris), dan Firmina Dae Palebangan (bendahara). Ketiganya resmi menggantikan pengurus lama; Paulus Rante Tadung (ketua), Robert Kadang (sekretaris) dan Erni Rukka (bendahara).

Usai dikukuhkan, kepada RakyatNTT.com Daud Pulo Mangesa mengatakan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi KKT Kota Kupang dan sekitarnya, tiga tahun ke depan. Terkait program kerja, kata dia, selain kegiatan Rambu Solo’ dan Rambu Tuka yang telah lazim dijalankan pengurus sebelumnya, pihaknya juga akan berupaya membuat program yang lebih banyak menyentuh kebutuhan anggota. Di akhir Rapat Anggota, ada pemaparan materi AD/ART KKT Kota Kupang dan sekitarnya yang telah disempurnakan. Materi ini dibawakan Alfred Homer yang merupakan ketua tim penyempurnaan AD/ART KKT. (robert kadang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *