oleh

Tingkatkan SDM di Sektor Peternakan, Pemkab Nagekeo Latih Pendamping Desa

Iklan Demokrat

Mbay, RNC – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do membuka kegiatan pelatihan Medik dan Paramedik Veteriner bagi pendamping peternakan desa Kabupaten Nagekeo tahun 2021. Kegiatan ini bertempat di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Senin (26/4/2021).

Tampak hadir Kepala Dinas Peternakan Ir. Klementina Dawo, Kabid Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan 73 peserta utusan dari setiap kecamatan.

Iklan Dimonium Air

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam sambutannya mengatakan kegiatan pelatihan Medik dan Paramedik merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk dilaksanakan.

“Dengan momen pelatihan ini, pastikan bahwa output sampai dengan manfaat dari pelatihan ini tercapai. Bagaimana itu bisa tercapai, saya nanti ngecek di lapangan. Upayakan nanti para peserta harus buatkan Whatsapp Group. Nanti kita bisa diskusi,” kata Don.

BACA JUGA: Wabup Nagekeo Minta Pelaku UMKM Berinovasi dan Bersinergi dengan Pemerintah

Bupati Don berharap para peserta pendamping peternakan desa serius mengikuti materi yang diberikan serta meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian tenaga medik dan paramedik veteriner dalam melaksanakan tugas pelayanan di masyarakat.

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan penyuluhan Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo Petrus K. Longa dalam laporan menjelaskan kegiatan pelatihan Medik dan paramedik Veteriner bagi pendamping peternakan desa untuk meningkatkan sumber daya manusia di subsektor peternakan dan kesehatan hewan khususnya, serta mengurangi resiko penurunan mutu produk dan kejadian penyakit hewan dan dapat mengamankan produk hewan untuk dikonsumsi serta mencegah masuk, menyebar dan berkembangnya penyakit menular.

Peserta yang hadir, katanya pada pembukaan pelatihan sebanyak 90 orang yang terdiri dari 7 orang kepala Resort Peternakan Kecamatan dan 83 orang pendamping peternakan desa.

Baca Juga:  Apakah Sektor Peternakan di NTT Tidak Berkembang Saat Ini?

“Peserta yang akan mengikuti kegiatan pelatihan selama 3 hari sebanyak 40 orang. Untuk materi teori dan di RPH Danga untuk kegiatan praktikum. Untuk materi praktikum berupa teknik mendiagnosa penyakit dan aplikasi pemberian obat, vitamin dan vaksin pada ternak,” ujarnya. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed