Maumere, RNC - Ratusan pedagang yang berjualan di Pasar Wairkoja, Pasar Tingkat, dan Pasar Alok, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengguna Pasar Kabupaten Sikka menggelar long march di Kota Maumere hingga ke Geliting, Kecamatan Kewapante, Sabtu (29/1/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka membawa spanduk bertuliskan “Maksimalkan Pemanfaatan Pasar Rakyat Tradisional Secara Baik dan Benar Demi Tercapainya Kesejahteraan Bersama”. Serta menuntut dan mendesak Pemda Sikka agar dapat menertibkan pasar liar termasuk para pedagang yang berjualan secara liar di sejumlah titik di Kota Maumere.
Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, serta dikawal ketat oleh aparat kepolisian, ratusan pedagang itu bergerak dari Pasar Tingkat Maumere menuju ke arah timur hingga di Pelabuhan Feri Kewapante.
Setelah itu, massa kembali lagi ke arah barat menuju Kota Maumere, kemudian masuk ke areal pertokoan di Jalan Raja Centis. Selanjutnya menuju ke Jalan Mgr. Soegijapranato, Jalan El Tari dan kembali lagi ke Pasar Tingkat Maumere.
Dalam orasinya, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Pengguna Pasar Kabupaten Sikka, Marianus Krisensius, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sikka agar mendukung aksi lanjutan mereka yang akan dilaksanakan pada Senin (31/1/2026).
Selain itu, Marinus yang juga dipercayakan sebagai Koordinator Aksi ini meminta Pemda Sikka untuk memaksimalkan pemanfaatan pasar-pasar tradisional yang saat ini kondisinya memprihatinkan.
Ditemui usai long march, Marinus mengatakan aksi yang dilakukan tersebut merupakan pawai permohonan sebagai awal dari kelanjutan aksi mereka pada Senin besok.
“Tadi itu pawai permohonan sedangkan kegiatan utamanya di hari Senin. Sehingga dengan adanya pawai ini, kami juga ingin meminta dukungan dari masyarakat, pengguna pasar dan para leluhur Nian Tana juga. Semoga pada Senin nanti semua kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Forum Pengguna Pasar Tingkat Maumere, Gabriel Manek Pedo meminta pemerintah agar bisa mengarahkan sejumlah pedagang di pinggir-pinggir jalan, untuk dapat mengisi lapak di pasar tradisional yang sudah disiapkan pemerintah.
“Kami menginginkan agar para pedagang yang berjualan di pinggir jalan mulai dari Kota Maumere dan juga di sepanjang jalan menuju Geliting, agar kembali berjualan di pasar tradisional agar kota ini bersih dan indah,” katanya.
Sebab, kata Gabriel, dengan berjualan di pasar tradisional maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sikka akan meningkat. Sekaligus, pihaknya pun memohon kepada masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional. Sehingga pasar-pasar tradisional yang sepih bisa berubah menjadi hidup kembali, demi terwujudnya kesejateraan bersama.
Untuk diketahui, Forkom Pengguna Pasar Kabupaten Sikka berencana akan melakukan aksi lanjutan serta bertemu Bupati Sikka dan anggota DPRD Sikka, pada Senin (31/1/2026) mendatang. Mereka akan menyampaikan beberapa tuntunan dan permohonan kepada Pemda Sikka, untuk dapat memaksimalkan pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Sikka saat ini. (rnc24)






cialis generic tadalafil Walmart cards must never put something to track day with a western gunslinger, warnings or anxiety