oleh

Wanita Spesialis Pencurian HP Antarkabupaten di NTT Dibekuk Aparat Polda NTT

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Tim Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTT mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian handphone di hampir seluruh kabupaten di daratan Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perempuan yang tidak memiliki identitas ini mengaku bernama AL yang mengaku merupakan warga Desa Ingureo, Kecamatan Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ia ditangkap aparat keamanan dipimpin Ipda Enos Bili di Siliwangi Cell, Kota Kupang, NTT, Jumat (19/11/2021).

Iklan Dimonium Air

Diperoleh informasi kalau AL merupakan spesialis pelaku pencurian handphone di wilayah hukum Polda NTT dan beraksi dari Kota Kupang hingga Kabupaten Belu.

Dari AL, polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp 175.000, tujuh unit handphone berbagai merk dan jenis serta dua buah baju.

Penangkapan ini sesuai laporan dan informasi masyarakat bahwa di wilayah seputaran Kota Kupang, sering terjadi kasus pencurian handphone.

Terbaru, Polda NTT menerima dua laporan polisi terkait pencurian handphone masing-masing laporan polisi nomor LP/B/335 /XI/2021/SPKT/POLDA NTT, tanggal 18 November 2021 dan laporan polisi nomor LP/B/ 336 / XI/2021/SPKT/ POLDA NTT, tanggal 18 November 2021.

Melansir digtara.com, Tim Unit Resmob Polda NTT dipimpin Ipda Enos Bili menyelidiki untuk mengungkap kasus pencurian Handphone yang mulai marak terjadi di Kota Kupang.

Tim berhasil mengamankan AL di Siliwangi Cell Kota Kupang dan menginterogasi AL karena banyak handphone yang diamankan dari tangan AL.

Kepada polisi yang memeriksanya, AL mengakui perbuatannya telah mencuri handphone dan barang-barang lain seperti baju, tas dan dompet.

AL mengaku beraksi di seputaran tempat keramaian dan pusat perbelanjaan di Kota Kupang semenjak 1 tahun terakhir ini.

AL juga mengakui sering melakukan pencurian handphone, baju-baju, tas dan dompet masyarakat di tempat-tempat keramaian seperti pasar di Kota Kupang, Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Hasil Otopsi dan Barang Bukti Bikin Publik Tak Yakin Randy Eksekutor Tunggal

Dalam satu tahun terakhir ini, rata-rata setiap hari AL bisa mendapatkan dua buah handphone curian dan langsung dijual.

Ia mengaku kalau handphone yang dicuri akan direset ulang di konter handphone dan dijual kembali ke orang lain dengan kisaran harga mulai dari harga Rp 600.000 hingga Rp 1.000.000.

Sasarannya, handphone curian dijual kepada masyarakat di seputaran pasar Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dan Pasar Lili, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Kepada anggota polisi, AL juga mengakui bahwa ada barang bukti lain berupa 5 unit handphone dan baju hasil curian di wilayah Kota Atambua, Kabupaten Belu, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU dan Kota SoE Kabupaten TTS yang sementara disimpan di rumahnya di Desa Ingureo, Kecamatan Lurasik, Kabupaten TTU.

Berbekal pengakuan AL ini, polisi pun ke Atambua guna mengembangkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun di Kota Atambua, polisi hanya mengamankan dua unit handphone hasil kejahatan dan tindak pidana AL.

Polisi juga singgah ke rumah AL di Kecamatan Lurasik, Kabupaten TTU dan mengamankan sejumlah barang bukti kemudian dibawa ke Polda NTT untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto membenarkan penangkapan ini. “Sedang diproses dan diperiksa polisi,” tandasnya, Jumat (19/11/2021).

(*/dig/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed