oleh

GMIT, MUI dan Magabudhi NTT Imbau Umat Sukseskan Gerakan Kupang Hijau

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Program Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang digagas Pemerintah Kota Kupang mendapat dukungan penuh dari para tokoh agama. Deklarasi GKH dilakukan di Area Car Free Day, Jalan El Tari, Sabtu (16/11/2019) pagi.

Tokoh agama yang hadir dalam deklarasi tersebut, antara lain Sekretaris Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Yusuf Nakmofa S.Th, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, H. Abdul Kadir Makarim dan Sekretaris Magabudhi NTT, Wahyu Hidayah.

Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim menyampaikan sebagai insan beragama perlu bertanggung jawab atas keseimbangan ekosistem lingkungan. Dengan menanam pohon dan menjaga lingkungan bersih, serta mempersiapkan biopori sebagai cara tangkapan air saat musim hujan, sudah sangat membantu keberlangsungan alam yang terawat.

“Menghijaukan kota ini adalah tanggung jawab kita semua. Jadi kita punya kewajiban untuk menjaga kota. Saya inginkan kita tetap berinovasi dan menanam sehingga lima sampai sepuluh tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pimpinan masjid yang berada di Kota Kupang turut ambil bagian dalam menjaga lingkungan yang layak dihuni. “Kepada seluruh imam masjid agar dapat memberikan contoh kepada para anak muda untuk segera menanam di lingkungannya masing-masing. Tentunya kita akan mendapatkan hasilnya lima sampai sepuluh tahun yang akan datang dan tentunya tugas ini bukan saja tugas pemerintah, tetapi juga bagi kita warga NTT, khususnya Kota Kupang yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa, S.Th mengatakan sebagai pimpinan GMIT ia sangat mendukung program ini. GMIT juga pernah mendeklarasikan tiga kegiatan yang sama, yaitu gerakan tanam air, pelihara air dan gerakan panen air.
“Kami akan meminta gereja GMIT yang ada di kota ini dalam kerja sama. Kami akan meminta untuk kami punya lokasi-lokasi gereja itu kami akan gunakan untuk menanam. Prinsipnya di kota ini, kami akan meminta teman-teman pendeta untuk di setiap gereja ada satu pohon yang ditanam,” ungkapnya.

Pdt. Yusuf mengatakan gerakan peduli lingkungan ini dapat memberikan dampak baik bagi kelangsungan hidup yang bersahaja dan diberkati. “Kita percaya penuh bahwa sesuatu yang kita lakukan untuk memelihara bumi ciptaan Tuhan pasti akan diberkati dan hasilnya ke depan akan kita nikmati bersama. Tuhan memberkati Gerakan Kupang Hijau,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Magabudhi NTT, Wahyu Hidayah bahwa Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia NTT tetap memprioritaskan dukungan terhadap setiap program Pemerintah apabila tujuannya adalah menuju pada keasrian lingkungan. Hal ini dikarenakan lingkungan menjadi wadah penting yang dapat memberikan kehidupan yang penuh kasih. “Kami dari umat Buddha, meskipun kami masih kecil dengan sedikit di Kota Kupang, tetapi kami sangat support Gerakan Kupang Hijau. Semoga ke depan Kupang tidak dikenal dengan Kota Kasih saja tetapi Kota Hijau juga,” ucapnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed