oleh

Natal di Tengah Pandemi, Sinode GMIT Imbau Rayakan Natal secara Sederhana

 

Kupang, RNC – Natal 2020 dirayakan di tengah pandemi covid-19 membuat perayaannya tak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sinode GMIT juga telah mengimbau seluruh jemaat untuk merayakan Natal dalam kesederhanaan.

Berikut isi lengkap suara gembala Majelis Sinode GMIT yang disampaikan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon:

SUARA GEMBALA MAJELIS SINODE GMIT DALAM RANGKA PERAYAAN NATAL 2020 DAN TAHUN BARU 2021

Anggota GMIT yang dikasihi Tuhan, hanya karena kasih Allah kita dapat menjalani rentang
waktu tahun 2020 hingga memasuki tahun 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini dunia dilanda wabah penyakit Covid-19. Daerah-daerah kita tidak luput dari ancaman Covid, yang telah menelan tidak sedikit korban nyawa. Sejak bulan Maret yang lalu, kita ikut berupaya keras untuk membatasi penularan wabah. Keadaan sekarang menjadi makin sulit, seiring bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus dengan cara transmisi lokal, yaitu penularan wabah Covid di antara orang-orang yang hidup bersama di suatu daerah, yang tidak pernah bepergian ke daerah lain.

Pemerintah pun telah menyatakan ekonomi nasional mengalami resesi, yaitu pertumbuhan ekonomi nasional berkurang hingga angka minus. Krisis multi dimensi yang sedang dialami menyebabkan perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini berbeda dengan pengalaman kita pada tahun-tahun silam. Walau demikian kita tetap memiliki pengharapan bahwa Allah selalu menuntun jalan hidup kita.

Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa di tengah badai pendemi Allah selalu beserta.
Seperti biasanya, GMIT menggunakan tema perayaan Natal ekumenis yang disepakati oleh
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Tema perayaan Natal tahun 2020 adalah “… dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” (Matius 1:23).

Sebagaimana pesan Natal PGI dan KWI tertanggal 1 November 2020, tema ini menegaskan bahwa di
dalam diri Yesus, Sang Imanuel, Allah hadir secara nyata. Kita yang rapuh sungguh bernilai bagi Allah maka Allah hadir di antara kita dan bekerja untuk pemulihan diri kita. Pengalaman tentang kehadiran Allah meneguhkan kita untuk bersaksi tentang belas kasih dan kemurahan Allah di tengah pandemi Covid-19, dengan cara bermurah hati dan saling bertolong-tolongan menanggung beban sesama.

Pengalaman akan kehadiran Allah menggerakan kita untuk mengikis habis ujaran kebencian, berita bohong, intoleransi, dan tindakan kekerasan apapun dengan tetap berbuat baik. Kita melakukan semua itu sambil membangun kerjasama dengan pemerintah dan semua pihak yang bekerja keras untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 guna menghadirkan kebaikan bagi negeri ini. Dengan demikian penyertaan Allah di masa-masa sulit memampukan kita mengelola kecemasan dan kekhawatiran, konflik dan kekacauan, serta memungkinkan kita bertransformasi demi kebaikan dan keselamatan dunia. Gereja diutus untuk melakukan perbuatan baik agar semua orang dan segenap ciptaan mengalami sang Sang Imanuel.

Dalam semangat tema Natal itu kami menyampaikan beberapa pesan. Pertama, Natal adalah
perayaan cinta kasih Allah Pencipta dan Penyelamat manusia dan alam semesta. Kelahiran Yesus Kristus adalah bagian dari karya penyelamatan Allah. Karena itu Natal dan Tahun Baru mesti dirayakan sebagai peristiwa iman yang meneguhkan kemanusiaan dan kehidupan bersama. Kita belajar dari perayaan hari
raya keagamaan sebelumnya di tahun ini bahwa setelah hari raya terjadi peningkatan jumlah orang terpapar dan meninggal. Karena itu kita perlu membangun komitmen bersama agar selama merayakan Natal dan Tahun Baru kita semua berdisiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, kedisiplinan dalam
menegakkan protokol kesehatan di masa pandemi adalah bagian dari komitmen iman kita untuk turut serta dalam karya Allah bagi keselamatan manusia dan segenap ciptaan.

BACA JUGA: Pesan Natal Wali Kota Kupang: Melalui Natal Ini Kita Makin Dikuatkan

Itulah sebabnya kami telah mengirimkan Standar Operasional Perayaan Natal dan Tahun Baru untuk diterapkan secara ketat sebagai wujud komitmen dan kesaksian iman untuk merawat dan menyelamatkan kehidupan yang sedang terancam oleh pandemi Covid-19.

Kedua, pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, padahal dampaknya
sudah menjalar pada semua bidang kehidupan, bahkan menyebabkan resesi. Dalam situsi ini kami menyemangati anggota GMIT agar meningkatkan aktivitas dan kreatifitas ekonomi, misalnya melalui upaya bercocok tanam, beternak dan melaut guna menjaga kestabilan ekonomi masyarakat setempat.

Ibadah dan perayaan Natal serta Tahun Baru sebaiknya diselenggarakan secara sederhana (ugahari). Biasanya kita menggunakan banyak sumber daya untuk perayaan Natal secara meriah di gedung-gedung kebaktian dan kelompok teritorial/kategorial/fungsional. Kali ini sumber daya yang ada dipakai sebesarbesarnya untuk pelayanan diakonia kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Perayaan dan ibadah
Natal dapat dilakukan secara online dengan perhatian kepada persekutuan keluarga sebagai basis persekutuan umat milik Allah.

Ketiga, sesungguhnya yang sedang kita hadapi bukan hanya ancaman Covid-19. Pada saat
peralihan musim, biasanya kita juga menghadapi ancaman banjir, longsor, angin kencang dan puting beliung, kekurangan pangan serta berbagai penyakit musiman seperti malaria, diare, asma, dll. Masalahmasalah itu membutuhkan kerjasama dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait guna membantu
masyarakat terdampak. Kami mendorong jemaat-jemaat GMIT menyediakan data dan informasi akurat mengenai kerawanan setempat yang dapat dipakai sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam memfasilitasi penyelesaian masalah secara tepat.

Allah Tritunggal selalu beserta kita dalam menjalani kehidupan dengan segala tantangan dan
kesulitan. Karena itu, di tengah kegelapan akibat pandemi covid-19 marilah kita bahu membahu menyalakan lilin pengharapan, iman, dan cinta kasih. Kiranya perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini menghadirkan kepastian di tengah kalut masalah dan harapan di tengah keputus-asaan, bahwa Allah beserta kita. Selamat Natal dan tahun Baru. (*/rnc)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed