PDIP Ditinggal Sendirian, Tetap jadi Benteng untuk Pertahankan Tegaknya Konstitusi

Kupang, RNC - DPD PDI Perjuangan NTT menggelar Apel Satgas PDIP yang berlangsung di Alun-Alun Kota Kupang, di Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu (24/8) pagi. Apel ini diikuti ribuan kader PDIP dari berbagai penjuru Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai sekaligus Komandan Satgas Nasional Cakra Buana PDIP, Komaruddin Watubun bertindak sebagai inspektur. Ia didampingi tim dari DPP PDIP, yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pusat, Letjen TNI Purn. Ganip Warsito, Mayjen TNI Purn. Saud Tamba Tua, Brigjen TNI Purn. Donar Rompas, Wakil Sekjen DPP PDIP Yoseph Aryo Adhi dan Ketua DPD PDIP NTT, Emelia Nomleni serta Calon Gubernur NTT, Ansy Lema.

Dalam amanatnya, Komaruddin membakar semangat para kader untuk tetap tegak lurus dan membela konstitusi demi tegaknya Negara Kesatuan Repubik Indonesia. Ia mengajak ribuan kader yang hadir untuk terus berjuang membela kebenaran. “Kalau saudara-saudara tidak ikut berjuang, jangan berkhianat kepada negara. Kalau sudah terima bersih, harus bersyukur jangan berkhianat. Karena PDIP bagian dari sejarah itu. Jadi yang ada dalam barisan PDIP harus tahu itu,” tegas Komaruddin.

Menurutnya, Apel Satgas PDIP ini adalah panggilan sejarah untuk berjuang menegakkan konstitusi. Pasalnya, akhir-akhir ini reformasi yang diperoleh dengan susah payah itu mulai diobok-obok. Hukum dipakai sebagai alat kekuasaan. Hukum dipakai untuk kepetingan keluarga dan kelompok. “Ini yang harus kita lawan. Dan ini adalah perlawanan konstitusional,” kata Komaruddin disambut pekik merdeka dari para kader.

Komarudin mengatakan semua yang membela negara wajib membela putusan MK tanpa kecuali. Kalau tidak bela keputusan MK, maka termasuk sudah lakukan pembangkangan terhadap negara. “Itulah kenapa hari ini kita berkumpul di tempat ini. Kita bertanggungjawab untuk mengawal negara, mengawal konstitusi. Saat ini semua orang sudah pergi, tinggalkan kita sendiri. Anda harus bangga, meskipun ditinggal seorang diri tapi kesetiaan terhadap negara tidak goyah. Itulah kebanggaan kita,” jelas Komaruddin.

Ia menegaskan kepada para kader, perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa PDIP berpegang teguh pada putusan MK. “PDIP melandaskan kesetiannya pada konstitusi bukan orang per orang. Konstitusi untuk keluarga, no. Kita sudah diperintahkan ketua umum untuk daftar sesuai putusan MK sebagai wujud kesetiaan terhadap konstitusi,” tegas Komaruddin. (rnc)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *