Oelamasi, RNC - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang nomor urut 1, Korinus Masneno dan Silvester Banfatin (Paket Korsa) berkomitmen menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sebagai garda terdepan mendukung terlaksananya pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam berbagai kampanye, Paket Korsa selalu menyoroti soal BumDes. BumDes perlu diperbaharui agar manajemen dan cara kerja lebih efektif khususnya terhadap pengembangan pertanian, peternakan, perikanan kelautan dan pariwisata di setiap desa.
“Salah satu program yang kami akan laksanakan adalah bagaimana BumDes berperan efektif. Kita sudah melihat permasalahan yang ada dalam BumDes ini, sehingga perlu dilakukan pembenahan secara sistem kerjanya yang lebih profesional dan mampu merespon kebutuhan masyarakat di desa,” ungkap Korinus Masneno.
Korinus mengatakan, di tingkat Pemkab ada OPD yang berhubungan langsung dengan unit usaha yang bisa dikembangkan BumDes. Namun perlu diperhatikan soal kualitas dari pengurus BumDes. Oleh karena itu, ke depan harus ada bimbingan dan pelatihan teknis terhadap pengelola BumDes. Bupati Periode 2018-2026 ini mengatakan pengurus BumDes ke depannya harus diisi oleh orang-orang muda yang berkompeten secara manajemen dan ekonomi bisnis.
“Kita arahkan agar ada pembaharuan pada manajemen BumDes yang berkualitas. Banyak anak muda kita yang punya keahlian pada manajemen dan ekonomi bisnis, walau begitu perlu harus ada bimtek yang optimal sehingga anak muda punya peran di desa terkhusus di BumDes,” ucapnya.
Sementara itu, Calon Wakil Bupati, Silvester Banfatin mengatakan perubahan manajemen ini akan berdampak pada respon pasar di desa, sehingga BumDes bisa menghadirkan unit usaha yang memberikan kemudahan bagi masyarakat desa.
Berbagai persoalan khususnya di bidang pertanian dan perkebunan yakni kelangkaan pupuk bersubsidi, bibit dan obat-obatan akan menjadi perhatian Paket Korsa. Silvester menegaskan Pemkab akan mengadakan kembali pupuk dan didistribusikan ke BumDes untuk dijual dengan harga yang lebih murah kepada masyarakat desa.
“Ini komitmen kami. Ke depan ini BumDes sebagai penopang, jika pupuk subsidi nantinya langsung ke kelompok tani, ada juga pupuk nonsubsidi namun kita pastikan harganya tetap lebih murah karena diadakan langsung dari APBD dan dijual oleh BumDes sehingga terbantu bagi petani mengakses,” ucapnya.
Bahkan, sistem yang digunakan adalah setelah panen baru dibayarkan. Namun, Pemkab juga akan memperhatikan tim pendamping pertanian untuk benar-benar memberikan arahan kepada petani. Karena selain itu BumDes juga akan menampung hasil panen yang dijual petani. Sedangkan peran Pemkab adalah membuka pasar bagi hasil pertanian dari para petani.
“Nah ini konsep kami, kami tentunya akan memformulasikan hal ini agar petani tidak begitu merasa mahal mendapat pupuk, juga tidak mencari pasar sendiri, peran BumDes akan kita optimalkan, tentu peran Pemkab adalah kebijakan yang pro terhadap rakyat yaitu penyediaan pasar yang tepat,” pungkasnya. (rnc04)
Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com








