Seba, RNC – Seluruh guru di Kabupaten Sabu Raijua belum menikmati tunjangan profesi guru (TPG) dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Tokoh muda Sabu Raijua, Herison Arianto Kore menilai hal itu diakibatkan karena Pemkab Sabu Raijua terkesan masih kurang perhatian untuk memprioritaskan anggaran bagi sektor pendidikan.
Sebelumnya, Rabu (3/1/2024), puluhan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melakukan pengecekan informasi terkait sejumlah tunjangan yang belum mereka terima di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sabu Raijua. Kehadiran para guru itu dianggap seperti aksi demonstrasi sehingga belum ada penjelasan yang tepat dari pihak dinas tentang tunjangan yang belum terbayar.
Diketahui, sejumlah tunjangan yang belum terbayar di tahun 2023 yakni tunjangan profesi guru (TPG) triwulan IV, tambahan penghasilan (Tamsil) selama 4 bulan dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sejak Januari hingga Desember.
Menanggapi hal itu, Herison menilai gerakan yang dilakukan para guru sudah sangat tepat. Sangat miris jika para guru diwajibkan untuk menjalankan layanan pemerintahan di sektor pendidikan namun sebaliknya pemerintah terkesan tak peduli.
“Coba pemerintah lihat, setiap tahun ada ratusan anak didik yang lulus, itu siapa yang kerja, anak-anak bisa membaca, hitung dan tulis itu karena guru,” sebutnya.
Menurutnya, DPRD dan Pemkab Sabu Raijua adalah penyebab belum terbayar-nya sejumlah tunjangan para guru. Dengan fakta yang terjadi ini sebenarnya kedua lembaga itu belum memprioritaskan anggaran yang lebih bagi sektor pendidikan.
“Mereka dua lembaga ini harus bertanggung jawab, karena sejak sidang anggaran itu apakah diprioritaskan kepada guru-guru, DPRD tidak boleh cuci tangan,” katanya.
Herison pun menegaskan, agar kedua lembaga negara itu segera menyelesaikan persoalan tunjangan para guru yang belum terbayar, jika masih terkesan mengabaikan hak para guru, maka dirinya bersama warga peduli guru Sabu Raijua akan menggelar aksi demonstrasi.
“Kalau tidak ditindaklajuti saya Ama Herison bersama masyarakat yang peduli dengan guru siap demo besar-besaran,” tegasnya. (rnc04)