oleh

Pemkot Akui Sulit Awasi Penjualan Daging Babi di Tepi Jalan

Kupang, RNC - Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh mengakui agak sulit menertibkan ataupun mengawasi penjualan daging babi di Kota Kupang. Ia mengimbau agar daging babi yang dijual harus melalui Rumah Potong Hewan (RPH).

Kepada RakyatNTT.com, Jumat (10/2/2026) di Rumah Jabatan Wali Kota, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh mengatakan Pemkot menggunakan sistem satu pintu keluar untuk daging babi, yaitu melalui RPH. Hal ini dilakukan agar memastikan kemanan dan kesehatan daging yang akan diperjualbelikan di pasar.

banner BI FAST

“Kami sudah panggil dokter yang menangani khusus itu, dan kami sampaikan bahwa ada pengaduan masyarakat tentang masalah itu,” ungkapnya.

Selain itu, perlu kerja kolaboratif yang baik sehingga tak ada lagi penjualan daging babi di pinggir-pinggir jalan seperti yang terlihat saat ini. Sebaiknya, penjualan daging menggunakan fasilitas pasar yang sudah ada.

George menambahkan, untuk meniadakan penjualan daging babi di pinggir jalan, harus melalui koordinasi yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya diskusi dengan berbagai pihak guna mendapatkan solusi terbaik.

“Iya, kan tidak elok to, ada pasar na pergi jual di jalan-jalan, tetapi ini kita perlu cari solusi, karena semua orang ada cari hidup sekarang,” pungkasnya. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Baca Juga:  Pemkot Kupang Mulai Tata Wisata Kuliner Kelapa Lima

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *