oleh

Rombak Pengurus, Emi Nomleni Minta Bank NTT Tidak Tersandera

Kupang, RNC – DPRD NTT mendorong pemerintah untuk menyelesaikan persoalan Bank NTT. Keputusan untuk melakukan kerja sama antara Bank NTT dengan Bank DKI dengan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) yang disepakati dalam RUPS Luar Biasa pada 8 Mei 2024, harus dikawal dengan baik, sehingga Bank NTT akan tetap menjadi bank milik daerah yang memberikan kebanggaan bagi NTT.

Demikian disampaikan Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni dalam pidatonya pada rapat paripurna, Senin (13/5/2024).

Emi Nomleni menyebutkan, berbagai proses yang terjadi pada Bank NTT tidak boleh lagi terjadi pada institusi lain. Komunikasi bersama antara DPRD dan pemerintah harus terus dibangun dalam kesadaran bahwa dua lembaga ini merupakan mitra yang akan bersama-sama mengelola pemerintahan untuk melayani masyarakat.

Diwawancara usai paripurna, Emi berharap Bank NTT tidak menutup diri. Selain itu, segala proses dan urusan di Bank NTT, tidak hanya dilakukan oleh eksekutif. Sebaliknya legislatif juga diberi ruang untuk ada dalam proses-proses tersebut.

“Kami justru baru tahu ada persoalan di Bank NTT setelah ada gonjang-ganjing. Ini ibarat penyakit. Saat masih stadium awal, tidak ada yang tahu dan juga tidak mau deteksi. Sudah stadium akhir baru semua orang ikutan repot dan disalahkan. Kenapa begini, kenapa begitu dan sebagainya,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini.

Emi juga berharap Bank NTT tidak boleh lagi tersandera. Bank NTT juga tidak boleh menjadi kepemilikan dari kelompok- kelompok tertentu.

“Jadi kalau sekarang ada restrukturisasi, kita berharap itu untuk perbaikan Bank NTT. Kita juga berharap proses-proses itu sesuai dengan regulasi dan aturan aturan mainnya,” ungkapnya. (rnc)

Baca Juga:  Plt Dirut Bank NTT Bergerak Cepat Penuhi Modal Inti Rp3 Triliun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Sy (ASN) dari Kab.Alor, Kredit di Bank NTT sebesar Rp.300 Juta, Tenor 14 Tahun, dgn potongan Rp.3.500.000 lebih/bulan. Dana yg diblokir Rp.14.000.000 lebih dgn alasan antisipasi keterlambatan setoran bila sy pensiun. Sy mohon agar Dana Kredit yg di Blokir itu cukup 1 bulan saja, yakni Rp.3 500.000 lebih, dan sisanya Rp.11.000.000 sy boleh tarik/ambil karena kebutuhan Pendidikan anak2 kandung sy yg kuliah. Mohon Direktur Bank NTT kupang konfirmasi dgn Bank NTT Cabang Kalabahi utk sy bisa tarik/ambil dlm waktu 1, 2 hari kedepan karena sy sangat butuh. Sy telah bertemu dgn bagian perkreditan tetapi TIDAK dilayani, pada hal saat itu, Mama kandung saya meninggal dunia. Sy sangat kecewa. Gaji sy dipotong/bln oleh Bank NTT. Mohon permohonan sy ini dipertimbangkan. Terima kasih.