oleh

Ujian Berat Bacabup Ngada Kristo Loko, Ditinggal Wafat Istri Tercinta Hingga Positif Covid

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Pekan kemarin, tepatnya pada Selasa (8/9/2020), Bakal Calon Bupati (Bacabup) Ngada, Kristoforus Loko dinyatakan positif Covid-19. Setelah menjalani karantina mandiri dan mendapat perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti Kupang, kabar baik akhirnya datang. Berdasarkan hasil pemeriksaan Swab yang dilakukan hari ini, Rabu (16/9/2020), pria yang akrab disapa Kristo itu, dinyatakan sembuh (negatif Covid-19).

Sesaat sebelum dinyatakan sembuh, Kristo meluangkan sedikit waktu untuk bercerita dengan RakyatNTT.com melalui layanan aplikasi WhatsApp. Cerita soal cobaan dan ujian berat yang datang silih berganti saat dirinya sedang fokus mempersiapkan segala proses pencalonannya sebagai Cabup Ngada. Bagaimana tidak, pada 8 Mei 2020 lalu, istri tercinta Maria Theresia Loda Radho menghadap Sang Khalik. Sang istri pergi untuk selama-selamanya, meninggalkan Kristo dan Hypolita Nidya Guyvera Bhoki Loko, putrinya. “Isteri saya tersayang In meninggal karena sakit,” sebut Kristo.

Saat istrinya meninggal, Kristo dan Emanuel Dopo (Paket Credo) sudah mendapat restu dari Partai Hanura untuk maju sebagai Cabup dan Cawabup Ngada. Menyusul restu dari Partai Amanat Nasional (PAN). Di tengah kebimbangan, antara terus maju atau berhenti, Ketua DPD PAN Ngada itu teringat akan pesan mendiang istrinya. Sebab mereka berdua pernah diskusi mendalam soal tekad Kristo menjadi Bupati Ngada. Dan dalam diskusi itu, istrinya mendukung total Kristo untuk maju dalam perhelatan Pilkada Ngada.

“Kalau ka ito maju pilkada untuk buat aneh-aneh, saya sebagai istri tidak dukung. Tapi kalau maju untuk mengurus nasib orang miskin, orang susah supaya mereka hidup baik, hidup sejahtera, saya dukung total,” kata Kristo mengutip perkataan sang istri.

Dukungan yang disampaikan sang istri semasa hidup, membuat Kristo mantap mengambil keputusan untuk tetap maju. “Saya berprinsip bahwa istri saya sudah meninggal sebagai bagian dari rencana Tuhan yang harus saya terima dengan iman. Saya yang masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan harus bangkit untuk meneruskan hidup dan pengabdian bagi sesama. Saya hanya punya niat kuat mengabdikan ilmu, talenta, bakat dan energi hidup saya untuk kesejahteraan rakyat Ngada,” kata alumni STFK Ledalero yang lulus dengan predikat Cum Laude itu.

Belum terlalu lama ditinggal wafat sang istri, cobaan berat kembali menimpa Kristo. Empat hari setelah mendaftar di KPU Ngada, mantan Ketua DPRD Ngada itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Pada akhirnya, tahapan pemeriksaan kesehatan yang dipersyaratkan oleh KPU batal dijalani. Sebagai manusia biasa, Kristo sungguh terpukul dan sempat stress. Beruntung dia cepat menerima keadaan itu sebagai sebuah tantangan yang harus dilewati. “Awalnya agak stress sedikit. Tapi kemudian saya berpikir ini adalah bagian dari tantangan hidup, maka saya terima dengan ikhlas, jiwa besar dan penuh syukur kepada Tuhan. Saya akhirnya menjalani dengan happy dan enjoy hingga membuat saya kuat selama masa karantina,” kata pria yang pernah mengikuti Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) di Lemhanas RI dan menjadi lulusan terbaik.

Selama menjalani masa karantina mandiri, Kristo mengaku patuh pada arahan dokter dan tenaga medis serta mengikuti semua protokol kesehatan. Agar masa karantina menjadi lebih produktif, dia mengisi waktu dengan olahraga ringan dan membaca buku. Dia juga tak lupa meluangkan sedikit waktu untuk refleksi. “Komunikasi dengan tim relawan tetap intens saya lakukan. Kebanyakan mereka yang menelpon saya sambil menangis. Mereka sangat mendambakan kehadiran saya,” ujarnya.

Setelah melewati permenungan selama menjalani masa karantina mandiri, Kristo akhirnya memaknai semua cobaan dan ujian yang datang silih berganti sebagai jalan manis dari Tuhan untuk mematangkan dan mendewasakan dia. Dia yakin ada hikmah positif di balik setiap cobaan dan tantangan yang dialaminya itu. “Setiap kali saya mengalami cobaan dan tantangan, sepahit apapun saya segera melihat sisi positifnya supaya tetap kuat, tegar dan bersemangat menjalaninya. Itu prinsip hidup saya,” tandas mantan politisi Partai Golkar itu.

Oleh karena prinsip hidupnya itu, tak heran Kristo sembuh dari Covid-19 lebih cepat dari target waktu penyembuhan selama 14 hari. Dan di akhir diskusi dengannya, Kristo menitipkan pesan untuk semua tim relawan Paket Credo agar selalu solid, kompak dan terus bergerak di lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Berjuanglah dengan cara yang simpatik dan santun demi kemenangan Credo. Kita ingin menang secara elegan dan siap terima kekalahan dengan cara terhormat,” tegasnya.

Kepada rakyat Ngada, Kristo berpesan untuk menjalani pesta demokrasi Pilkada Ngada dalam semangat persaudaraan. “Pesta demokrasi ini hanya lima tahun sekali, tapi persaudaraan itu yang abadi. Celaan dan fitnahan itu tidak sehat dalam demokrasi. Silahkan rakyat memilih pemimpin berkualitas karena gagasan visi misi dan program kerjanya membangun Ngada ke depan,” pungkas Kristo. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed