oleh

KPU Mabar Harus Ungkap Dokumen BB.1-KWK Cabup Edistasius Endi

Jakarta, RNC – KPU Kabupaten Manggarai Barat (KPU Kabupaten Mabar) telah mengeluarkan Pengumuman Nomor: 274.a/PL.02. 2-Pu/5315/KPU-Kab/IX/2020, tentang Masukan Dan Tanggapan Masyarakat atas Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Dalam Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Manggarai Barat Tahun 2020, sebagai pelaksanaan dari ketentuan pasal 91 PKPU No. 9 Tahun 2020 Tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dstnya.

Dalam Pengumuman itu, KPU Mabar menegaskan bahwa Bakal Calon Bupati Edistasius Endi, SE sesuai dokumen syarat calon BB.1-KWK, berstatus mantan terpidana yang diancam kurang dari 5 (lima) tahun penjara, sesuai Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No.: 45/Pid.B/2016/PN.Lbj.

BACA JUGA: JK Sarankan Pilkada Ditunda hingga Vaksin Covid-19 Diproduksi

Menurut Koordinator TPDI, Petrus Selestinus, ini artinya KPU memberi warning kepada Bakal Calon Bupati Edistasius Endi, SE bahwa Catatan Kriminal Kepolisian yang dimiliki yaitu “pernah melakukan perbuatan tercela” akan menjadi halangan baginya dalam pencalonanya itu.

Masyarakat Manggarai Barat antusias merespons dan mencermati pengumuman KPU terkait amar putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No. 45/Pid.B/2016/ PN.LBJ. tanggal 10 Agustus 2016 dan SKCK Polres Mabar tanggal 19 Agustus 2020, sebagaimana terbukti dari membanjirnya saran dan tanggapan masyarakat, akibat pengumuman KPU tersebut mengungkap dokumen persyaratan calon BB.1-KWK a/n. Edistasius Endi, SE berstatus mantan terpidana, diancam kurang dari 5 (lima) tahun penjara, dalam kasus kriminal yaitu judi.

“Yang menjadi masalah dan mencurigakan adalah sikap KPU Mabar yang sejak awal tidak menganulir dokumen SKCK atas nama calon Edistasius Endi, SE. Nomor : SKCK/YANMAS/1198/VIII/YAN 2.3/2020/ SAT INTELKAM, Polres Mangarai Barat tanggal 19 Agustus 2020, karena SKCK ini menerangkan bahwa Edistasius Endi, SE “pernah terlibat dalam kegiatan kriminal seperti tercantum pada pasal 303 ayat (1) ke-2 jo. pasal 303 bis ayat (1) ke-1 ke 2 KUHP,  yaitu kejahatan judi yang terjadi tanggal 15 April 2016,” jelas Petrus.

Lebih lanjut dikatakan, dokumen persyaratan calon berupa SKCK Nomor: SKCK/YANMAS/ 1198/VIII/YAN 2.3/2020 /SAT INTELKAM, tanggal 19 Agustus 2020 itu memiliki legitimasi kuat karena didukung dengan putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No.: 45/Pid.B/2016 /PN.LBJ. tanggal 10 Agustus 2016, yang berkekuatan hukum tetap, sehingga tidak terdapat alasan hukum untuk mengakomodir Edistasius Endi, SE sebagai Calon Bupati Mabar 2020.

Menurutnya, dokumen SKCK dan Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo dimaksud, secara kasat mata mengungkap “perbuatan tercela” yang pernah dilakukan oleh Edistasius Endi, SE. (Bakal Calon Bupati Mabar) dan sekaligus menempatkan Bakal Calon Bupati Edistasius Endi, SE berada dalam posisi cacat hukum karenanya tidak memenuhi salah satu persyaratan yang diwajibkan oleh UU dan PKPU yaitu “tidak pernah melakukan perbuatan tercela, karenanya harus didiskualifikasi.

“Mengapa harus didiskualifikasi, karena salah satu persyaratan calon yang wajib disampaikan oleh Bakal Calon Edistasius Endi, SE kepada KPU sesuai perintah UU No. 10 Tahun 2016 dan PKPU No. 1 Tahun 2020, telah tidak dipenuhi. SKCK yang diserahkan Edistasius Endi, SE justru telah memdeligitimasi posisinya sebagai bakal calon, karena berisi keterangan yang menerangkan bahwa Bakal Calon “pernah melakukan perbuatan tercela’,” kata Petrus.

Dalam SKCK Polres Manggarai Barat, tertanggal 19 Agustus 2020, disebutkan bahwa setelah diadakan penelitian hingga dikeluarkan Surat Keterangan ini yang didasarkan kepada catatan Kepolisian yang ada dan Surat Keterangan dari Kepala Desa, bahwa Sdr. Edistasius Endi, SE pernah terlibat dalam kegiatan kriminal seperti tercantum pada pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP jo. pasal 303 bis ayat 1 ke-1 ke-2 KUHP, SKCK mana diberikan berhubungan dengan permohonan melengkapi administrasi calon Bupati Kab. Manggarai Barat Tahun 2020.

BACA JUGA: Calon Kepala Daerah Bertanggung Jawab Cegah Covid-19 Saat Pilkada

Dengan demikian, kata Petrus, dokumen SKCK Polres Manggarai Barat dan Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No.: 45/Pid.B/2016/ PN.LBJ. tertanggal 10 Agustus 2016, yang menghukum Edistasius Endi, menjadi bukti terkuat yang menyatakan Edistisius Endi pernah melakukan perbuatan tercela, sehingga dengan demikian Edistasius Endi harus dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi Calon Bupati Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2020.

“Publik ingin melihat apakah KPU Kabupaten Manggarai Barat mampu bersikap independen, tidak berada di bawah tekanan atau tidak terlibat dalam KKN, tidak menggadaikan komitmen Negara dan Pemerintah untuk menyelenggarkan Pilkada bersih, jujur, sehat dan bermartabat. Namun semua itu akan dibuktikan dari sikap KPU Mabar pada tahap penentuan Bakal Calon apakah KPU Mabar tetap tegak lurus atau terjebak dalam skenario pihak lain,” ungkap Petrus.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed