oleh

Video Konservasi Hiu Tikus Alor Juara Kompetisi Video Lingkungan The Conversation Indonesia

Jakarta, RNC – Media online independen The Conversation Indonesia telah selesai menyelenggarakan Kompetisi Video Lingkungan The Conversation Indonesia dan mengumumkan Badra Jultouriq Rahman yang mengangkat isu konservasi dan ekonomi di kawasan Alor, Nusa Tenggara Timur keluar sebagai juara pertama.

Badra merupakan lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjajaran yang saat ini bekerja sebagai Education and Outreach Officer di Thresher Shark Indonesia, sebuah organisasi yang
bergerak dalam konservasi hiu tikus.

Dalam videonya, Badra menceritakan upaya mendorong nelayan lokal berhenti menangkap Hiu Tikus, salah satu spesies ikan yang dilindungi, dan beralih ke tuna. “Video ini menampilkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan LSM tentang isu konservasi di Indonesia. Tidak banyak daerah yang bisa melakukan ini sehingga ini adalah salah satu best practice yang bisa ditiru oleh daerah lain,” ungkap Kunto Bimaji, Kasubdit Lingkungan Hidup, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu juri dalam kompetisi video ini.

Kompetisi Video Lingkungan The Conversation Indonesia, sebuah program kompetisi sekaligus pengembangan kapasitas mobile journalism bagi anak muda yang berlangsung dari November 2022 hingga Januari 2023. Diselenggarakan dengan dukungan Ford Foundation, bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara, dan Watchdoc Documentary.

Kompetisi ini diikuti oleh 89 tim pendaftar. Sepuluh tim di antaranya berhasil lolos sebagai finalis dan berhak mengikuti workshop pengembangan kapasitas bersama para pakar lingkungan, akademisi, dan pembuat film dokumenter. Para finalis merupakan anak-anak muda berusia di bawah 27 tahun dan tidak memiliki latar belakang di bidang broadcasting dan sinematografi. Dalam rangkaian pelatihan tersebut, para peserta menyelesaikan tugas mingguan yang diberikan para pakar.

“Jika kita melihat karya para finalis ini, sangat terlihat sekali perbedaan dari saat awal video yang didaftarkan dengan karya revisi yang dikumpulkan di akhir kompetisi, baik dari segi teknis maupun substansi. Artinya, teman-teman finalis ini memperhatikan materi yang diberikan oleh para pengajar di kelas dan masukan-masukan juri saat penugasan,” kata Ari Trismana, produser senior Watchdoc Documentary yang menjadi salah satu mentor dalam
kompetisi ini.

Kompetisi Video Lingkungan The Conversation Indonesia diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda dalam mengekspresikan kepeduliannya terhadap isu lingkungan dengan cara yang kreatif. Dengan berbagai pelatihan yang telah diberikan sepanjang berlangsungnya kompetisi, para peserta nantinya diharapkan bisa mendorong diskusi publik mengenai perubahan iklim dan pembangunan ramah lingkungan. “Anak muda adalah golongan yang memiliki kepedulian lingkungan yang cukup tinggi, dan juga merupakan generasi yang fasih dengan penggunaan teknologi digital untuk berkomunikasi dan menyuarakan pendapat-pendapat mereka, sehingga merupakan agen perubahan sosial yang penting,” kata Prodita Kusuma Sabarini, CEO dan Publisher The Conversation Indonesia, terkait mengapa anak muda menjadi target utama kompetisi ini.

Dalam membuat video, para peserta diharuskan menggunakan kamera ponsel sebagai alat perekam utama. Seluruh rangkaian kegiatan Kompetisi Video Lingkungan The Conversation Indonesia tidak dipungut biaya dan diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banda Aceh, Nunukan, Ambon, Alor, dan Raja Ampat.

Setelah melalui serangkaian penilaian, yang terdiri dari video submission, penugasan, dan video revisi, Badra Jultouriq Rahman (Mencari Titik Temu: Konservasi dan Ekonomi) keluar sebagai pemenang pertama dalam kompetisi ini dan berhak mendapatkan uang tunai Rp 12 juta. Ndadax Production yang mengangkat isu energi terbarukan melalui video berjudul Nyala Api Kotoran Sapi menjadi juara kedua dan berhak memperoleh hadiah uang tunai Rp 9 juta. Sedangkan, AVA Team dengan video berjudul Jerubu yang mengangkat kisah pengelolaan sampah di perkotaan menempati posisi ketiga dan berhak mendapatkan uang tunai Rp 6 juta rupiah.

Seluruh finalis yang berhasil menyelesaikan kompetisi ini mendapatkan e-certificate dan merchandise eksklusif dari The Conversation Indonesia. Video terbaik dari para finalis dapat ditonton di kanal Youtube The Conversation Indonesia (@conversationidn) dan karya pemenang dapat juga disaksikan di kanal Youtube Watchdoc Kolaborasi. (*/rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *