oleh

Waspada! Varian COVID-19 Omicron Sudah Terdeteksi di 9 Negara

Jakarta, RNC – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunandi Sadikin menyebutkan perkembangan terkait penyebaran COVID-19 varian Omicron di dunia. Setidaknya, saat ini sudah ada sembilan negara yang mengkonfirmasi varian tersebut.

Menkes Budi menyebutkan, saat ini Indonesia belum mendeteksi adanya varian COVID-19 Omicron. Selain itu, Menkes Budi berjanji pemerintah akan memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia.

Iklan Dimonium Air

“Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini,” ungkap Menkes Budi dalam konferensi pers di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Minggu (28/11/2021).

“Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan di udara, laut, dan darat bekerja dengan keras. Kebijakan kita semua kedatangan internasional akan kita tes PCR, kalau positif genome sequence,” tambahnya.

Adanya varian Omicron membuat geger dunia karena menunjukkan kemampuan penyebaran yang sangat cepat. Varian yang pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan ini juga diketahui memiliki mutasi terbanyak dibandingkan varian lainnya.

Berbagai negara sudah mendeteksi adanya varian Omicron.

Dari negara yang melaporkan kasus varian Omicron, terbanyak adalah Afrika Selatan dengan 99 kasus. Setelah itu diikuti oleh Botswana dengan 19 kasus.

Berikut daftar beberapa negara yang sudah menemukan kasus varian Omicron:

1. Australia
2. Hong Kong
3. Inggris
4. Afrika Selatan
5. Israel
6. Belgia
7. Italia
8. Jerman
9. Republik Ceko

Perusahan farmasi kembangkan vaksin khusus untuk Varian Omicron

Saat ini, perusahaan farmasi Novavax tengah mengerjakan versi vaksin yang ditujukan untuk varian COVID-19 Omicron. Dosis untuk pengujian dan pembuatannya direncanakan siap dalam beberapa minggu ke depan.

Pengembang vaksin tersebut mengklaim telah mengembangkan spike protein khusus berdasarkan urutan genetik varian yang diketahui, B.1.1.529.

Baca Juga:  Hati-hati! Mulai Terjadi Transmisi Lokal Corona Varian Omicron, Tambah 1 Kasus Baru!

“Pekerjaan awal akan memakan waktu beberapa minggu,” papar juru bicara perusahaan dikutip dari CNA.

Pengembang vaksin lain, termasuk BioNTech SE dan Johnson & Johnson, juga tengah menguji efektivitas suntikan vaksinnya terhadap varian baru ini.

Israel lockdown wilayah

Israel menjadi negara pertama di dunia yang menutup sebagian wilayah perbatasannya (lockdown) untuk mencegah masuknya varian COVID-19 Omicron.

“Hipotesis kami adalah bahwa varian tersebut sudah ada di hampir setiap negara,” kata Menteri Dalam Negeri Israel Ayelet Shaked kepada Meet the Press N12.

Perdana Menteri Naftali Bennett menyebut lockdown nasional itu akan berlangsung selama 14 hari. Kebijakan itu tengah menunggu persetujuan pemerintah.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed