oleh

Andalkan Sumur Bor, PDAM Kupang Buka Layanan bagi Warga Penfui Timur

Kupang, RNC - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Lontar Kabupaaten Kupang, Yoyarib Mau menyampaikan perusahaannya tetap melakukan pengembangan pelayanan air bersih di wilayah Desa Penfui Timur pada tahun 2021.

Kepada RakyatNTT.com di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2026) siang, Yarib menyampaikan warga Desa Penfui Timur sudah selayaknya mendapatkan pelayanan air bersih yang dikelola PDAM Kabupaten Kupang. Hal itu dikarenakan, lokasi tersebut memiliki pemukiman yang banyak, serta perkembangan masyarakat yang pesat.

“Pengembangan di desa tersebut sangat strategis, karena kondisi Desa Penfui Timur ini masyarakatnya bisa dikatakan sudah menengah ke atas, yang mana membutuhkan pelayanan yang maksimal,” katanya.

Oleh karena itu, PDAM akan memanfaatkan berbagai sumur bor yang selama ini tidak dimanfaatkan. Salah satunya yakni sumur bor dari program bantuan proyek pengembangan air tanah di Kuanunut, Desa Penfui Timur. “Kapasitas air dari sumur bor itu setelah disurvei pada musim kemarau masih mencapai 6-7 liter per detik. Artinya bisa mencapai 700-an sambungan rumah,” jelasnya.

BACA JUGA: Oknum Pegawai PDAM Kabupaten Kupang Tilep Setoran Pelanggan Rp96 Juta

Ia juga mengatakan, pengembangan akan dilakukan setelah Pemkab Kupang menyertakan modal yang telah direncanakan dalam APBD 2021 dengan nilai mencapai Rp 300 juta. Tak hanya itu, untuk mempermudah para pelanggan baru, maka PDAM akan memasang satu loket center sebagai cabang pelayanan transaksi maupun informasi.

Menurut Yarib, apabila pengembangan sudah dilakukan, maka secara langsung pelayanan publik terjawab. “Itu akan mengurangi niat masyarakatnya untuk masuk ke kota, karena daya masyarakat yang cukup, dan saya pikir kalau pelayanan air cukup maka status desa itu harus kita naikkan ke kelurahan,” ujarnya.

Mantan Staf Ahli Viktor Bungtilu Laiskodat semasa menjadi anggota DPR RI ini menjelaskan pendekatan layanan ini merupakan cara pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas bagi masyarakat. Warga yang berada di lokasi sumur bor pun telah menerima dan setuju untuk PDAM melanjutkan pengelolaan air yang selama ini terkendala akibat biaya operasional yang cukup mahal.

“Sudah ada 2 sumur bor di wilayah kabupaten, 1 di Buraen dan 1 di Kuanunut ini. Masyarakat di situ pun sudah menyerahkan kepada kami untuk mengelola,” pungkas Yarib. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *