oleh

Oknum Pegawai PDAM Kabupaten Kupang Tilep Setoran Pelanggan Rp 96 Juta

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Direktur PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Yoyarib Mau akhirnya membeberkan tindakan tak terpuji yang dilakukan salah satu stafnya.

Kepada wartawan, Selasa (2/3/2021), Yoyarib mengatakan, salah satu stafnya yang bernama Timotius Feoh nekad mengatasnamakan PDAM Kabupaten Kupang saat melakukan penagihan di Kantor Sekretariat DPRD NTT. Padahal, yang bersangkutan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penagihan di Kantor Sekretariat DPRD NTT.
Timotius diketahui melancarkan aksi tak terpuji itu sejak tahun 2019 hingga 2021. Dari beberapa kuitansi yang ditunjukkan pihak Sekretariat DPRD NTT selaku pelanggan, total uang yang sudah diserahkan kepada Timotius sejak tahun 2019 senilai Rp. 96.422.700. Namun, uang tidak disetor ke manajemen PDAM.

Iklan Dimonium Air

Yoyarib menegaskan, manajemen PDAM Kabupaten Kupang telah menempuh jalur hukum terhadap persoalan ini. Sebab Timotius telah melangkahi aturan kerja yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan yang selanjutnya akan berdampak pada realisasi PAD.

“Kami punya komitmen untuk memperbaiki sistem kerja di PDAM. Jadi hal seperti ini harus melalui proses hukum agar ada kepastian hukum. Uang ini juga adalah uang Pemda atau uang negara. Dengan demikian, temuan BPK nantinya pasti akan berdampak pada pengelolaan PDAM Kabupaten Kupang,” jelasnya.
Sementara Kapala Bagian Hubungan Pelanggan, Florence Bubu mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Timotius terkuak ketika Direktur memintanya untuk segera melakukan penagihan di Kantor Sekretariat DPRD NTT pada akhir Februari lalu. Saat dikonfirmasi kepada Bendahara Setwan, ternyata tagihan rekening air telah dibayar kepada Timotius Feoh. Pihak Setwan juga menunjukan bukti pembayaran sejak 2019 hingga 13 Februari 2021. Rupanya timotius menggunakan stempel palsu untuk mengesahkan semua bukti pembayaran.

“Saya lihat di kuitansi ada cap. Terus saya tanya kepada bendahara (Setwan), bukti penerimaan kuitansi dari PDAM kok tidak ada dari Timotius Feoh? Bendahara mengaku sudah minta kepada Timotius, tapi beliau mengatakan nanti kalau sudah lunas baru di-print satu kali,” ucapnya.

Menurut Florence, Timotius dalam melancarkan aksinya kerap menggertak pihak Setwan DPRD NTT. Ia mengancam akan melakukan pemutusan sambungan apabila tidak melakukan pembayaran. Bahkan pada 13 Februari lalu, Timotius masih melakukan pemaksaan kepada Bendahara Setwan untuk segera membayar rekening air sehingga bendahar membayar Rp. 10 juta. “Total nilai uang yang diterima Timotius dari Setwan DPRD NTT mencapai Rp. 96 juta lebih dan tidak pernah disetor kepada manajemen PDAM,” terangnya.

“Uang dari konsumen (pelanggan) selalu dia gunakan. Kalau ketahuan, dia ambil lagi dari konsumen lain untuk tutup uang yang sudah digunakan. Itu sering dilakukan dari dulu,” ungkap Florence. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed