Kupang, RNC - DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTT menggelar acara doa bersama yang berlangsung di Rumah PAN, Sabtu (28/7/2026) malam. Doa bersama ini dihadiri langsung calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Lebu Raya (Jeriko-Adinda).
Acara ini dihadiri ratusan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, milenial dari berbagai etnis NTT. Tak terkecuali para pengurus DPW PAN NTT, DPD PAN Kota Kupang dan para kader PAN di Kota Kupang. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dari Islam, Kristen dan Katolik. Selanjutnya penyerahan SK dukungan DPP PAN secara langsung kepada pasangan Jeriko-Adinda.
Pada kesempatan itu, Ketua DPW PAN NTT, Ahmad Yohan mengatakan PAN memilih paket Jeriko-Adinda melalui pertimbangan yang sangat matang. Keputusan PAN diambil setelah melalui proses yang panjang. Termasuk menerima masukan dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah ini. “Dan umumnya mereka mengatakan kepemimpinan pak Jefri Riwu Kore luar biasa,” kata Ahmad Yohan.
Anggota Komisi XI DPR RI ini mengatakan fakta menunjukkan pembangunan di Kota Kupang sudah luar biasa. Kota Kupang yang merupakan ikon NTT perlu dipimpin orang yang tepat. “Bahwa yang kita putuskan bukan untuk kebanggaan PAN. Bukan untuk kepentingan Pak Jefri Riwu Kore. Bukan. Tapi lebih dari itu, kami mendukung pak Jefri dan Ibu Adinda dalam rangka menjaga martabat Kota Kupang sekaligus menjaga martabat Nusa Tenggara Timur,” jelas Ahmad Yohan.
Ia mengakui perubahan Kota Kupang selama lima tahun di bawah kepemimpinan Jeriko terlihat nyata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penataan taman, trotoar, jalan dan ruang publik sudah bagus. “Sesuatu yang dulu tidak pernah kita lihat,” ujar Ahmad Yohan.
Padahal, menurutnya, kepemimpinan Jeriko sungguh tidak mudah. Selama dua tahun dihantam pandemic covid-19, namun Jeriko mampu membangun Kota Kupang dengan baik. “Nampak di depan mata kita Kota Kupang begitu luar biasa,” tambah Ahmad Yohan.
Tak hanya itu, PAN memilih sosok Jeriko karena merupakan salah satu walikota terbersih. Bersih dari korupsi. Ini jadi salah satu pertimbangan PAN memberikan dukungan. “Tidak ada korupsi di zaman pak Jefri, kecuali dicari-cari. Biasalah ada orang-orang yang mencari-cari kesalahan untuk menutupi calonnya yang lebih buruk daripada pak Jefri,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurutnya, pilkada merupakan saat yang tepat untuk memilih pemimpin yang tepat. Bukan asal berbeda, tapi bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, kata Ahmad Yohan, PAN mengajak semua tokoh dari berbagai etnis untuk sama-sama menjaga martabat NTT dengan memilih Jeriko-Adinda.
Sementara itu, Jeriko dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PAN yang telah memberikan dukungan untuk paket Jeriko-Adinda. Menurutnya, dukungan itu adalah tanggungjawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Di hadapan para pengurus PAN dan para tokoh yang hadir, Jeriko berkomitmen siap melaksanakan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Ia juga mengatakan, tak bisa bekerja sendirian untuk mencapai kemenangan. Oleh karena itu, butuh kerjasama yang baik dari semua pihak untuk mewujudkan kemenangan pada 27 November nanti.
“Kami menerima tanggungjawab ini dan siap untuk melaksanakannya dan tentu kami berkomitmen untuk menjaga nama baik Partai Amanat Nasional yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami,” kata Jeriko. (rnc)
Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com












