oleh

BMPS NTT Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Untuk Guru SD-SMP

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Badan Musyarawah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT menggelar kegiatan penulisan karya ilmiah bagi guru SD dan SMP se-Kota Kupang.

Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor DPD RI Perwakilan NTT dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta kegiatan tersebut diwajibkan sudah memiliki sertifikat vaksin dan dilakukan rapid antigen sebelum memulai kegiatan.

Iklan Dimonium Air

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami. Anggota DPD RI asal NTT Hilda Manafe turut hadir untuk memotivasi peserta. Sesuai rencana, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8-10 Juli 2021.

Ketua BMPS NTT, Winston Neil Rondo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BMPS dan Media Pendidikan Cakrawala (MPC) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk  membekali guru SD/SMP di Kota Kupang tentang cara menulis karya ilmiah.

Menurut Winston, kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih guru di Kota Kupang agar memiliki kemampuan profesional dalam menulis karya ilmiah. Para guru juga dilatih untuk mengkonkretkan gagasan dan pikiran cerdas dalam bentuk tulisan, terutama dalam bentuk karya ilmiah populer.

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini menyebutkan, kegiatan tersebut sudah diselenggarakan dua kali oleh BMPS. Pada tahun 2020 BMPS telah melakukan kegiatan yang sama dan didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT dan menghasilkan satu buku karya yang ditulis oleh 36 guru, baik itu guru PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK dengan judul ‘Para Pelukis Wajah Bangsa’.

Tahun ini, lanjut Winston, BMPS kembali menggelar kegiatan yang sama dan diikuti oleh 20 peserta. Pembatasan peserta tersebut karena situasi pandemi covid-19. Bahkan tatap muka hanya dilakukan tiga jam.

Baca Juga:  Dari yang Termiskin Menjadi yang Terkaya: NTT Bisa!

Proses pelatihan penulisan karya ilmiah tersebut, kata Winston, difasilitasi penuh oleh para penulis dan editor MPC. MPC merupakan media yang sudah memiliki pengalaman mumpuni melatih dan memfasilitasi guru di setiap daerah di NTT untuk menulis karya ilmiah dan telah menerbitkan 56 buku hasil karya guru-guru.

Mantan Ketua GMKI Cabang Kupang ini mengaku bangga dengan semangat guru-guru untuk terus mengasah diri. Hal ini juga menjadi kebanggaan bagi organisasi pendidikan yang dipimpinnya bisa bekerja sama dengan BMPS.

“Proses ini dibimbing secara ketat. Sampai hari ini peserta telah menghasilkan empat jenis tulisan, ada opini kreatif, essay, teks eksposisi dan argumentasi. Hasil karya ini akan segera di edit, layout dan dicetak menjadi buku,” ujar Winston.

Bagi BMPS NTT, event tersebut merupakan agenda tahunan, BMPS NTT mempunyai tekad agar setiap tahun guru dan siswa di NTT minimal menghasilkan satu buku, terutama guru dan siswa dari sekolah swasta. Targetnya buku tersebut selesai di edit dan di layout untuk diterbitkan pada bulan Agustus dan akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kupang

“Kita memulai kegiatan ini dari Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi dan akan terus bergerak ke daerah-daerah. Kami sudah mendapat sambutan baik dari berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Belu yang rencananya BMPS Kabupaten Belu akan menyelenggarakannya pada bulan Agustus,” kata Winston lagi.

Dirinya tidak lupa berterima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Kepala Dinas P dan K yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Menurut Winston, salah satu tema dari karya guru-guru dalam kegiatan ini adalah melakukan dokumentasi terhadap perubahan Kota Kupang dalam berbagai perspektif. Para guru dibimbing membedah kemajuan-kemajuan maupun kekurangan dari pembangunan Kota Kupang yang telah dicapai selama ini.

Baca Juga:  Selamatkan Warga dari Badai Seroja, Nelayan di Kupang Dapat Penghargaan dari BMKG

Winston menambahkan, kegiatan ini merupakan sebuah langkah maju karena memberikan literasi bagi guru dalam hal kemampuan menulis. Di sisi lain BMPS ingin berkontribusi bagi pemerintah dari sudut pandang guru melihat geliat  pembangunan Kota Kupang yang sudah dan sementara dilakukan dengan gencar. Hal ini semata-mata menjadi catatan untuk perbaikan-perbaikan pembangunan kota.

Winston juga menyampaikan terima kasih kepada guru-guru yang telah berkontribusi maksimal dan telah menunjukan kemampuan agar tetap produktif walaupun ditengah pandemi covid-19.

Acara seremonial penutupan kegiatan tersebut diakhiri dengan pesan dan kesan dari peserta, Yuliana Henuk Kepsek SMPN 2 Kupang. Salah satu peserta kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang ia rindukan selama ini untuk mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya. Ia mengaku bangga bertemu orang-orang profesional dalam dunia tulis-menulis untuk menjadikan Kota Kupang sebagai kota literasi di NTT.

Sementara itu, Yospri Lodoh salah satu peserta kegiatan dari SMPN 3 Kupang berharap agar kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin. Bahkan dirinya meminta agar dilakukan setiap enam bulan sehingga banyak guru banyak mendapat kesempatan.

BMPS berpesan agar guru yang telah terlibat dalam kegiatan ini menjadi duta untuk membangun budaya literasi dilingkungan sekolah masing-masing.

“Kita tidak bisa membangun kota literasi kalau tidak dimulai dari sekolah kita masing-masing. Silahkan menularkan semangat ini bagi rekan guru di sekolah dan bagi peserta didik di sekolah. Hanya dengan hal-hal seperti ini maka agenda besar menjadi Kupang dan NTT sebagai daerah literasi bisa kita wujudkan,” pungkas Winston. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed