oleh

Ibu Korban Sriwijaya Air Asal Ende Minta Jasad Anaknya Dibawa ke Ende

Ende, RNC – Desa Pora, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende diselimuti kabut duka. Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ikut membawa pergi salah seorang pria tangguh asal desa ini, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Theofilus Lau Ura Dari (23 tahun), putra dari Dominikus Lau dan Demetria Ledy menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ-182. Suara Olus-sapaan karib Theofilus- via video call pada Sabtu pukul 05.00 adalah suara terakhir yang didengar sang ibu.

Kini sang ibu bersama keluarga besar di Desa Pora sedang menanti kabar keberadaan Olus. Mendengar berbagai informasi, termasuk berita-berita di media, pihak keluarga pun pasrah. Ibunya terus berharap anaknya dikembalikan ke Ende apapun kondisinya.

“Apapun yang terjadi tolong kembalikan Olus, walaupun dalam keadaan sudah tiada,” kata sang ibu terbata-bata dalam bahasa daerah setempat, Senin (11/1/2021) saat ditemui RakyatNTT.com.

Mama Ledy-sapaan ibunda korban-terus memeluk foto anaknya. Ia tak kuasa menahan airmata usai mendengar kabar putra sulungnya itu jadi korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Sabtu siang.

BACA JUGA: Ini Kata Tim DVI soal Identifikasi Sejoli Asal Ende yang Pakai KTP Orang Lain

Ia mengisahkan, pada Jumat (8/1/2021) lalu, ia menerima sebuah paket dari anaknya. Rupanya itu adalah hadiah terakhir dari sang anak. Karena rindu dengan anaknya, Mama Ledy pun menelepon korban Sabtu pagi sekira pukul 05.00. Ia menanyakan kabar anaknya. Olus, sang korban, pun meminta ibunya tak khawatir karena ia dalam keadaan baik-baik saja.

Korban pun menyampaikan bahwa ia akan segera berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat. Kepergiannya ke sana untuk mencari pekerjaan. Di Jakarta pekerjaan serabutan susah didapat di tengah pandemi seperti ini. Akan sulit untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Sayangnya, itu adalah percakapan terakhir dengan sang ibu. Hingga Sabtu sore tak ada lagi kabar dari Olus. Menjelang malam, kabar duka itu pun datang. Ada kerabat yang mengabarkan via telepon dari Jakarta kepada sang ibu bahwa anaknya sedang bersama Sriwijaya Air yang hilang di Kepulauan Seribu.

Diberitakan sebelumnya, Olus yang menjadi korban jatuhnya Sriwijaya Air berangkat ke Pontianak bersama kekasihnya Shelfi Lio yang berasal dari Detusoko, Kabupaten Ende. Nama keduanya tidak ada dalam data manifest pesawat naas itu. Pasalnya, mereka menggunakan KTP orang lain saat booking tiket.

Diketahui Olus menggunakan KTP milik Felix Wenggo sedangkan Shelfi menggunakan KTP milik Sarah Beatrice Alomau. (rnc16)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed