Kupang, RNC - Agustinus Tulasi kembali berulah dengan Partai Golkar. Sebelumnya, mantan anggota DPRD TTU itu melakukan keributan di Kantor DPP Golkar pada pertengahan Agustus 2026 lalu lantaran kecewa tidak diusung Golkar.
Jauh sebelum insiden di DPP Golkar, Agustinus Tulasi juga pernah mencoreng nama Partai Golkar lantaran terbukti melakukan pelecehan seksual di media sosial berupa rayuan yang tidak menyenangkan kepada dua pegawai Sekretariat DPRD TTU pada Oktober 2021 lalu.
Terbaru, Agustinus Tulasi menyatakan niatnya mendukung Paket SIAGA (Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu). Sepintas tidak ada yang salah dengan keputusannya. Yang jadi masalah, dia menyebut siap disanksi oleh Partai Golkar. Faktanya, Tulasi bukan lagi kader Golkar karena telah dipecat sejak September 2026 lalu.
“Saudara Agustinus Tulasi bukan anggota Partai Golkar, apalagi sebagai kader dan pengurus DPD Partai Golkar TTU,” tegas Ketua DPD II Golkar TTU, Kristoforus Efi dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (15/10/2026).
Menurut Kristoforus Efi, Agustinus Tulasi sudah diberhentikan dari Pengurus DPD Partai Golkar selaku Wakil Ketua sejak bulan Agustus 2026 karena sudah mendapatkan teguran lisan dan tertulis serta surat peringatan kedua (SP 2) atas beberapa masalah organisasi yang dilakukannya.
“Agustinus Tulasi sudah dicabut kartu tanda anggota atau KTA sebagai anggota Partai Golkar sejak bulan September 2026 sehingga tindakan saudara Agustinus Tulasi mengatasnamakan Partai Golkar adalah pembohongan publik dan itu atas nama pribadi yang bersangkutan bukan mewakili institusi Partai Golkar,” terang Kristo Efi yang juga Ketua DPRD TTU saat ini.
Segala tindakan yang dilakukan oleh Agustinus Tulasi, lanjut Kristoforus Efi, semata-mata untuk kepentingan pribadi dan bukan kepentingan Partai Golkar. Untuk itu, Agustinus Tulasi diberikan peringatan keras untuk tidak membawa nama Partai Golkar di manapun, karena melanggar hukum dan akan dilakukan upaya hukum karena telah mencederai nama baik Partai Golkar.
“Kami minta saudara Agustinus Tulasi segera hentikan manuver-manuver politik menggunakan institusi Partai Golkar,” pungkas Kristoforus Efi. (rnc)







