oleh

Kampanye Tolak Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, RPK Gelar Lomba Baca Puisi

Oelamasi, RNC – Mengasah literasi anak-anak melalui menulis dan membaca adalah langkah untuk memberi anak pengetahuan tentang perlindungan dan hak serta kewajiban seorang anak. Kegiatan ini sekaligus memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN).

Semarak HAN Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2022, diwarnai dengan lomba menulis dan membaca puisi tingkat SMA se-Kabupaten Kupang yang dilaksanakan Rumah Perempuan Kupang (RPK) dan didukung oleh Yayasan Sangar Suara Perempuan Kupang dan Brot Fur die Welt, Jumat (29/7/2022).

Dalam sambutannya, Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Sinlaeloe menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan anak tentang perlindungan anak. Selain itu, dapat menggugah sensitifitas dan kreatifitas anak tentang isu perlindungan anak.

Selain itu dan meningkatkan partisipasi anak dalam kampanye perlindungan anak dengan kelompok sebayanya melalui pengetahuan yang didapat. “Kita bersyukur walaupun sempat tertunda kegiatan ini karena ada kendala, namun hari ini kita dapat selenggarakan yang dikhususkan di wilayah Kabupaten Kupang,” katanya.

Ia pun menjelaskan, selama 22 tahun Rumah Perempuan Kupang didirikan, sudah dilakukan kerja sama dengan para pemuka agama, tokoh masyarakat serta pegiat pendidikan untuk bersama mengampanyekan perlindungan anak dan perempuan.

Terkait lomba yang dilaksanakan, berbagai pihak dilibatkan agar bersama mewujudkan upaya melawan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Anak-anak yang menjadi peserta mendapatkan pengetahuan tentang hak dan kewajibannya. “Kami percaya melalui kegiatan yang diikuti oleh adik-adik dari empat sekolah dapat mengasah kemampuan adik-adik untuk belajar tentang hak-hak anak dan hak-hak kita sendiri yang perlu dilakukan,” tutupnya

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak NTT, Veronika Ata yang juga sebagai ketua tim juri dalam lomba tersebut mengajak para guru agar bersatu dalam semangat perlindungan anak dan perempuan. Terkait dengan lomba yang dilaksanakan, Vero mengatakan output-nya bukanlah juara, namun sebagai wadah mengedukasi anak-anak. “Tapi bagaimana kita semua berkomitmen dengan hati menyuarakan hak-hak anak dan upaya perlindungan anak di Kabupaten Kupang,” pungkasnya. (rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *