oleh

Kecam Terorisme Hamas, Inggris Dukung Serangan Udara Israel ke Gaza

Iklan Demokrat

London, RNC – Pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataannya mendukung pengeboman Israel di Gaza. Disebutkan, negara tersebut memiliki hak sah untuk mempertahankan diri.

Berbicara di DPR pada Rabu (19/5/2021), Menteri Timur Tengah James Cleverly secara singkat mengatakan semua tindakan Israel itu proporsional dan mencegah kematian warga sipilnya.

Iklan Dimonium Air

Dia malah mengecam Hamas. Menuding Hamas melakukan tindakan terorisme, dan mengatakan tindakan Israel merupakan reaksi atas provokasi Hamas.

“Inggris dengan tegas mengutuk penembakan roket ke Yerusalem dan lokasi lainnya di Israel,” ujar Cleverly, dikutip dari The Independent, Kamis (20/5/2021).

“Kami sangat mengutuk tindakan terorisme ini oleh Hamas dan kelompok teroris lainnya yang harus secara parmanen mengakhiri hasutan dan tembakan roketnya ke Israel. Tidak ada pembenaran menargetkan warga sipil.”

“Israel memiliki hak sah untuk mempertahankan diri dan melindungi penduduknya dari serangan. Dalam melakukan itu, penting semua tindakan proporsional, sejalan dengan hukum humaniter internasional dan berusaha mencegah kematian warga sipil.”

Sebanyak 219 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak, terbunuh di Jalur Gaza sejak serangan udara Israel dimulai pada 10 Mei lalu. Roket ditembakkan Hamas, yang berkuasa di Gaza, telah menewaskan 12 orang Israel, dua di antaranya anak-anak.

Partai Buruh Bela Palestina

Juru bicara urusan luar negeri Liberal Demokrat, Layla Moran, yang merupakan keturunan Inggris-Palestina, menyinggung kematian anak-anak yang membuat hatinya hancur. Dia kemudian menyerukan gencatan senjata segera.

“Berapa banyak anak-anak Palestina yang harus terbunuh, berapa banyak rumah-rumah orang Palestina yang harus menjadi puing-puing, berapa banyak sekolah-sekolah dan rumah sakit-rumah sakit Palestina dibom sebelum pemerintah Inggris mengambil tindakan penting untuk memaksa pemerintah Israel berhenti memerangi rakyat Palestina,” tegas anggota parlemen dari Partai Buruh, Richard Burgeon.

“Pastinya saat ini adalah waktunya penjualan senjata Inggris ke Israel dihentikan. Saatnya menjatuhkan sanksi untuk pemerintah Israel karena pelanggaran hukum internasional yang berulang kali. Saatnya – DPR ini memilih kembali seperti 2014–untuk mengakui negara Palestina karena Palestina punya hak untuk eksis,” lanjutnya.

Cleverly menanggapinya dengan mengatakan Burgeon harus memahami tindakan Israel merupakan respons atas serangan roket Hamas.

Mantan pemimin Partai Buruh, Jeremy Corbyn mempertanyakan hubungan militer Inggris dengan Israel.

“Bisakah dia menyampaikan ke DPR jika setiap senjata yang dijual Inggris atau amunisi yang dijual Inggris ke Israel digunakan untuk mengebom Gaza atau jika setiap peralatan drone dipasok atau dibeli oleh Inggris digunakan sebagai alat mata-mata apakah itu di Tepi Barat maupun di Gaza yang diikuti penghancurkan hidup warga sipil dan kematian banyak orang?” jelas Corbyn.

“Inggris memiliki rezim perizinan ekspor senjata yang kuat dan semua izin ekspor dinilai sesuai dengan itu,” jawab Cleverly.

(*/mdk/rnc)

  • 556
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed