Kupang, RNC - Komunitas Peace Maker Kupang menggelar workshop Friday for Future dalam rangka mempersiapkan kegiatan Jeda Untuk Iklim pada 20-27 September 2019 mendatang. Workshop digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (13/9/2026) siang.
Ketua Panitia Lusia Carningsih Bunga S.Pd mengatakan KOMPAK saat ini dalam masa kampanye Friday for Future Jeda untuk Iklim. Ini bertujuan memberikan pengetahuan terkait upaya penyelamatan bumi lewat lingkungan sekitar. “Ini dilakukan serentak di seluruh dunia. Ini merupakan panggilan orang muda di selurh dunia yang mulai merasakan dampak dalam perubahan iklim,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ningsih mengatakan KOMPAK akan mendukung program Kupang Bersih, Kupang Hijau, Kupang Rukun yang sementara digalakkan oleh Pemkot Kupang. Dengan demikian akan mengubah wajah Kota Kupang menjadi lebih baik. “Kenapa mau terlibat dalam aksi Kupang Hijau, karena kita ada di Kota Kupang dan kita mendukung program-program di Kota Kupang dan ingin mendorong orang-orang lintas agama untuk mendukung Kupang Hijau, Bersih dan Rukun lewat nilai-nilai agama,” kata Ningsih.
Menurutnya, komunitas anak muda ini akan membantu dalam pembentukan peraturan daerah untuk terlaksananya toleransi dan kerukunan umat beragama. Ini akan menjadi contoh bagi daerah-daerah dan membuktikan bahwa Kota Kupang adalah Kota Kasih.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore menjelaskan Pemkot mengapresiasi semangat komunitas muda-mudi ini dalam upaya membantu mencari solusi untuk menangani persoalan keseimbangan ekosistem kehidupan.
“Orang muda harus semangat. Saya berterima kasih teman-teman KOMPAK bisa melaksanakan suatu kreasi yang sangat luar biasa, yang temanya terkait dengan lingkungan. Pemilihan tema ini menurut saya tidak dibuat-buat, tetapi melewati kajian sesuai keadaan, sehingga masuk dalam tema lingkungan,” jelas Jefri.
Terkait persoalan iklim, menurut Jefri, juga bisa mempengaruhi kehidupan sosial bermasyarakat. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memperbaiki lingkungan menjadi lebih baik. Benahi kondisi lingkungan melalui tata kota yang lebih baik. Dan ini sementara dilaksanakan Pemkot.
“Memang Pemerintah Kota Kupang sementara gencarkan program yang berkaitan dengan iklim, di mana saya selalu mengampanyekan, bersihkan sampah, tanam air dan tanam pohon,” ujar Jefri.
Peserta yang hadir dalam workshop ini berasal dari berbagai keterwakilan yakni organisasi mahasiswa kelompok Cipayung, Karang Taruna Kota Kupang, Remaja Masjid, dan komunitas disabilitas Kota Kupang. (rnc04)










