Ende, RNC - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengunjungi Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Senin (24/5/2026). Gubernur memberi apresiasi terhadap penanganan covid-19 di Ende dan juga meminta Pemkab Ende fokus menekan angka stunting.
Gubernur mengatakan harus ada koordinasi yang baik lintas instansi agar semua persoalan dapat teratasi. Salah satu pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan, kata VBL, yakni masalah stunting. “Pemerintah Kabupaten Ende harus memperhatikan laju stunting di Kabupaten Ende. Karena NTT termasuk provinsi penyumbang angka stunting terbesar di Indonesia yang saat ini berada pada 35,9%,” kata VBL.
Oleh karena itu, ia meminta Pemkab bekerja sama dengan semua unsur, termasuk kepala desa dan Puskesmas. “Target saya 2022 ini dapat menurun menjadi 22 persen,” tegas mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.
Selain itu, VBL juga menjelaskan terkait pertumbuhan ekonomi NTT. Untuk mencapai pertumbuhan yang positif, maka desa-desa harus diberdayakan, yakni melalui BUMDes. Ia berharap digitalisasi pasar dapat mendorong produk-produk lokal untuk bisa bersaing di luar daerah atau tingkat nasional. “Desa Detusoko Barat ini dapat menjadi percontohan model BUMDes yang berhasil di Kabupaten Ende,” ujar Viktor.
Pada kesempatan itu, Bupati Ende, Djafar Ahmad mengatakan Pemda terus berupaya menekan angka covid-19 di Ende. Gugus tugas terbentuk sampai ke tingkat desa desa dengan melibatkan unsur-unsur TNI dan Polri dan elemen lainnya.
Terkait BUMDes, saat ini yang aktif sebanyak 31 unit. Lainnya masih mati suri. Kendalanya adalah SDM dan legalitas yang belum terpenuhi. BUMDes Ae Wula Detusoko Barat merupakan salah satu BUMDes yang mendapat pembinaan dan pendampingan dari Bank NTT. “Oleh karena itu, kami berharap ke depannya pendampingan terhadap BUMDes lainnya terus dapat dilakukan pihak Bank NTT,” kata Djafar.
Kepala Desa Detusoko Barat, Nandu Watu pada kesempatan itu, menjelaskan BUMDes Ae Wula merupakan salah satu BUMDes terbaik nasional.
Ini berkat kerjasama dan dukungan Bank NTT. Dengan demikian perekonomian Desa Detusoko Barat menjadi lebih baik. “Ini menjadi lokomotif penggerak ekonomi masyarakat setempat. Di samping itu pemasaran produk hasil tani secara digital sangat membantu mendorong perubahan ekonomi masyarakat desa Detusoko Barat,” ujar Nandu.
(rnc16)










