Kupang, RNC - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar Lomba Pidato, Debat Bahasa Inggris antar Siswa SD/MTs se - Kota Kupang, serta melaunching tiga program kolaboratif. Lomba yang dibuka Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, itu, berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (14/2/2026).
Tiga program yang dilaunching tersebut antara lain, Program Hari Wajib Mengonsumsi Makanan/Minuman yang Mengandung Kelor di Sekolah, Program Wajib Menghafal Kata dan Percakapan Dalam Bahasa Inggris Tiap Hari di Sekolah, dan Program Lonceng Tanda Waktu Mulai Belajar bagi Siswa di Rumah oleh RT di wilayah Kota Kupang. Perlombaan yang digelar dan tiga program kolaboratif yang dilaunching ini, merupakan komitmen untuk mengimplementasi gerakan dan program Penjabat Wali Kota Kupang, yaitu untuk membangun kerja sama (networking) dengan stakeholder terkait, dalam meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.
Selain itu, kegiatan yang diselenggarakan ini juga merupakan wadah untuk bersama dengan pendidik serta para kepala sekolah, berkolaborasi melakukan edukasi dalam peningkatan konsumsi kelor bagi siswa di sekolah, serta bekerja sama pihak kelurahan, khususnya para RT/RW sebagai mitra, untuk bersama mengingatkan para siswa di wilayah masing - masing, waktu belajar di rumah melalui penggunaan lonceng tanda waktu mulai belajar.
Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho,S.Pd, M.Pd, dalam laporannya menjelaskan, dalam kurun waktu enam bulan, sudah empat program strategis kolaboratif yang telah dilaunching, dimana semuanya bertujuan bersinergi secara positif demi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang. Menurutnya, masih ada dua program kolaboratif lagi yang akan dilaunching dalam waktu dekat, yakni program kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kupang, untuk pemanfaatan lahan - lahan kosong di sekolah dengan tanaman produktif, dan program kerja sama Abacus Brain Gym untuk memberikan pelatihan matematika yang menyenangkan untuk guru, dan pelatihan sempoa bagi siswa - siswa.
Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, menambahkan, kegiatan ini merupakan gagasan yang datang dari pemikiran Penjabat Wali Kota Kupang. “Semua gagasan brilian dari Bapak Penjabat Wali Kota, dalam wujud program strategis di bidang pendidikan yang menitik-beratkan pada kolaborasi. Kami berupaya maksimal mengimplementasikannya, walaupun belum sepenuhnya terlaksana secara optimal,” kata Dumul.
Diakuinya, sejak Penjabat Wali Kota dilantik, pihaknya berupaya mengikuti setiap gebrakan dari Penjabat, khususnya di bidang pendidikan. Misalnya, Program Lopo Pintar di Kelurahan, Program Kebersihan Lingkungan Sekolah, Kompetisi Cerdas - Cermat MIPA dan Bahasa Inggris antar Pelajar, Tutur Adat Dalam Bahasa Inggris, Pidato dan Debat Dalam Bahasa Inggris, Wajib Menghafal Kata dan Percakapan Dalam Bahasa Inggris tiap hari di sekolah, Lonceng Tanda Waktu Belajar, hingga wajib mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kelor dan juga kerja sama dengan fakultas pertanian, dalam pemanfaatan lahan kosong di sekolah untuk tanaman produktif.
Sedangkan George Hadjoh, dalam sambutannya mengatakan, kompetisi yang digelar akan menjadi upaya paksa dan dorongan untuk memperkuat siswa bersaing secara akademik, dan meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan proses pendidikan menuju pintu sukses menghasilkan generasi unggul dan hebat di Kota Kupang. Dia mengingatkan, anak - anak harus menguasai bahasa dunia dimulai dari Bahasa Inggris, kemudian Bahasa Mandarin. Cukup menghafalkan dan mengucapkan maksimal lima kata setiap hari, dan harus menjadi “habit” atau kebiasaan. “Kalau setiap anak working together teacher and student, gurunya hafal tiga kata dan muridnya hafal tiga kata, maka guru serta muridnya sama - sama maju. Kalau ini konsisten dilakukan, maka sekolah kita bisa menjajaki proses belajar mengajar secara bilingual menggunakan dua bahasa,” ujar George.
Dia menambahkan, anak usia sekolah harus diberikan makanan yang mengandung vitamin yang lengkap, seperti mengonsumsi kelor. Nono, kata George, merupakan salah satu contoh generasi brilian yang berhasil terbentuk dari upaya mendukung pemenuhan vitamin anak melalui konsumsi kelor, yang mengandung kandungan nutrisi dan protein selain kandungan vitamin yang cukup banyak.
Sekedar tahu, lomba yang berlangsung selama eempat hari (14 - 17 Februari 2023) terbagi dua kategori, yaitu pidato Bahasa Indonesia untuk jenjang SD/MI, dan debat Bahasa Inggris untuk pelajar SMP/MTs. Peserta lomba pidato sebanyak 106 orang, dan peserta lomba debat Bahasa Inggris 38 tim, dengan mengusung tema: “Kompetisi Debat dan Lomba Pidato, yaitu Penanggulangan dan Pemanfaatan Sampah di sekolah.” Dewan juri lomba merupakan dosen FKIP Universitas Nusa Cendana, program studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (*/rnc)














