Kupang, RNC - Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe angkat bicara terkait penggalan rekaman suara dan foto dirinya yang tersebar di media sosial sejak Sabtu (29/5/2026).
Saat temu media di Sekretariat DPD PDIP NTT, Minggu (30/5/2026) malam, Yeskiel Loudoe yang juga Ketua DPC PDIP Kota Kupang didampingi Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli dan pengurus DPD PDIP NTT, Gusti Beribe.
Yes-sapaan karib Yeskiel Loudoe, menyampaikan klarifikasi terkait video yang diedit tersebut yang telah menjadi polemik dua hari terakhir.
Ia menjelaskan, saat itu ia sedang berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya pada Jumat (28/5/2026). Ia menjelaskan soal berbagai tuntutan yang disampaikan para pedemo pada Kamis(27/5/2026) yakni dari Aliansi Rakyat Kota Menggugat (Sikat) Kupang yang mewakilkan 6 orang untuk menemui DPRD. Dalam tuntutan itu, mereka mendesak dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPRD.
“Hal yang pertama dan terutama adalah apa yang telah terpublikasi di media sosial dalam bentuk foto saya dan rekaman suara itu adalah percakapan saya dan teman-teman media dalam menjawab pertanyaan tentang pendemo yang datang, tapi tidak memiliki KTP identitas yang jelas dan tanpa ada izin dari pihak kepolisian,” jelas Yes.
Ia juga menyayangkan video yang tersebar di berbagai media sosial. Menurutnya, video tersebut sudah diedit dan dipotong-potong oleh oknum tertentu untuk menciptakan kekisruhan di masyarakat Kota Kupang.
“Saya pribadi tidak mempunyai niat melecehkan agama Katolik karena saya Yeskiel Loudoe adalah bagian dari Katolik. Dan perlu saya sampaikan bahwa sebagian keluarga Loudoe adalah umat Katolik,” tegas Yes.
Ia membeberkan apa yang disampaikan di depan wartawan tersebut adalah terkait identitas keenam orang yang mewakili para pedemo yang memintanya turun dari jabatan Ketua DPRD.
Yes pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya tokoh dan umat Katolik serta masyarakat suku Manggarai-Flores atas kekisruhan yang terjadi akibat meluasnya potongan rekaman yang tidak utuh itu. “Saya menyatakan secara pribadi dan sebagai keluarga besar DPRD Kota Kupang menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan umat Katolik mulai dari Uskup, para pastor, dan juga keluarga suku Manggarai dan Flores dan segenap umat Katolik. Sesuai yang dipublikasikan oleh oknum tertentu di media sosial itu adalah sebuah kekeliruan,” ungkapnya. (rnc04)






