oleh

Rapid Test Mahal, Dewan Minta Pemerintah Jangan Beratkan Pelaku Perjalanan

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Sejumlah pelaku perjalanan di NTT mengeluhkan mahalnya biaya rapid test yang mencapai Rp 250 ribu. Padahal, hanya berlaku selama 3 hari.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa kepada RakyatNTT.com, Jumat (29/5/2020) mengatakan di tengah pandemi corona, pemerintah perlu memberikan jaminan dan rasa aman untuk pergerakan barang dan jasa.

Ia menyatakan setuju protokol kesehatan diterapkan dengan baik, namun harus memperhatikan kemampuan pelaku perjalanan, seperti tenaga kerja, sopir dan sebagainya. “Harus berikan pelayanan optimal, termasuk mempermudah administrasi,” kata Yunus.

Sekretaris DPD PDIP NTT ini menambahkan, administrasi merupakan bagian dari langkah cepat pemerintah agar pemulihan ekonomi dan pergerakan logistik, barang dan jasa menjadi lebih leluasa dan aman namun tidak boleh memberatkan.

Diberitakan sebelumnya, para sopir di Pelabuhan Bolok, Kupang, mengeluh karena mahalnya biaya rapid tes yang mencapai Rp 250 ribu sekali tes. Itupun hanya berlaku sekali jalan. Dengan demikian, jika perjalanan pergi-pulang, maka setiap sopir harus merogoh kocek Rp 500 ribu.

Walaupun sudah mengantongi surat keterangan sehat dan hasil rapid tes, namun belum menjamin mereka bisa langsung berangkat dengan kapal penyeberangan. Pasalnya, tidak setiap hari kapal bisa berangkat. “Jadi surat hangus karena hanya berlaku tiga hari. Jadi terpaksa buat ulang lagi. Ini kan memberatkan kami sopir yang gaji sangat kecil, tidak cukup buat makan anak-istri,” kata Jefot Saduk, salah satu sopir di Pelabuhan Bolok, Kamis (28/5/2020). (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed